Biaya Franchise

Biaya Franchise Alfamart Lengkap dan Perkiraan Balik Modal 2026

Biaya Franchise Alfamart Lengkap dan Perkiraan Balik Modal 2026
Biaya Franchise Alfamart Lengkap dan Perkiraan Balik Modal 2026

JAKARTA - Memiliki usaha ritel modern kini tidak lagi sebatas angan. Popularitas minimarket yang terus tumbuh membuat banyak orang mulai melirik peluang bisnis waralaba sebagai sumber pendapatan jangka panjang. 

Salah satu yang paling diminati adalah Alfamart, jaringan minimarket yang telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Keberadaan Alfamart yang mudah ditemui di berbagai daerah membuat merek ini lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tingginya kunjungan konsumen menjadi alasan utama mengapa banyak calon pengusaha tertarik memiliki gerai sendiri, terlebih dengan klaim sistem bisnis yang telah teruji dan relatif stabil.

Mengacu pada informasi resmi di situs alfamart.co.id, memiliki franchise Alfamart disebut dapat meminimalkan risiko sepi pengunjung dan kegagalan usaha. 

Sistem yang dikembangkan perusahaan mengikuti pola bisnis modern dan terus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga peluang balik modal dinilai cukup menjanjikan.

Daya Tarik Bisnis Waralaba Alfamart

Alfamart menawarkan konsep bisnis ritel yang terstandarisasi dan mudah dijalankan oleh mitra. Pengelolaan operasional, suplai barang, hingga sistem penjualan telah diatur secara terpusat sehingga pemilik gerai tidak perlu memulai dari nol.

Dalam keterangannya di situs resmi perusahaan, Alfamart menegaskan bahwa pengembangan bisnis selalu mengikuti tren dan permintaan pasar terbaru. Dengan pendekatan tersebut, tingkat kerugian yang mungkin dialami mitra dinilai lebih kecil dibandingkan potensi keuntungan yang diperoleh.

“Hal itu dikarenakan pihak Alfamart selalu mengembangkan pola bisnis modern dengan mengikuti alur dan permintaan pasar terbaru. Dengan begitu, tingkat kerugian yang tentunya akan dialami berbanding terbalik dan lebih besar dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang didapatkan,”

Keunggulan ini membuat Alfamart menjadi salah satu pilihan utama bagi calon pengusaha yang ingin terjun ke bisnis ritel tanpa harus membangun merek dari awal.

Pilihan Model Kerja Sama Franchise

Bagi masyarakat yang berminat menjadi mitra Alfamart, tersedia beberapa jenis kerja sama franchise yang dapat disesuaikan dengan kondisi modal dan kepemilikan lokasi usaha. Model pertama adalah franchise gerai baru, yaitu membuka toko Alfamart dari nol berdasarkan usulan lokasi calon mitra.

Dalam kerja sama ini, proses diawali dengan presentasi awal, evaluasi lokasi, persetujuan, presentasi proposal, perjanjian kerja sama, hingga pembukaan toko. Alfamart juga menyediakan pilihan tipe rak yang disesuaikan dengan luas bangunan dan kemampuan investasi mitra.

Estimasi modal untuk franchise gerai baru bervariasi, mulai dari sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta, tergantung jumlah rak dan ukuran gerai. Biaya tersebut sudah mencakup franchise fee selama lima tahun, instalasi listrik, peralatan gerai, sistem kasir, hingga promosi pembukaan toko. Namun, nilai investasi ini belum termasuk properti dan dapat berubah sesuai kondisi.

Selain itu, tersedia pula model franchise gerai baru dengan sistem konversi. Skema ini ditujukan bagi pemilik toko kelontong atau minimarket lokal yang ingin meningkatkan skala usahanya menjadi Alfamart.

Skema Konversi dan Take Over Gerai

Dalam franchise konversi, Alfamart memberikan kemudahan berupa pengakuan stok barang milik toko lama sebagai bagian dari stok awal gerai baru. Rak yang telah dimiliki juga dapat digunakan sebagai pengurang biaya investasi, selama memenuhi standar Alfamart.

Tahapan kerja sama konversi dimulai dari presentasi awal, stock opname, perjanjian kerja sama, hingga pembukaan toko hasil konversi. Skema ini dinilai cocok bagi pelaku usaha ritel yang sudah berjalan dan ingin naik kelas dengan sistem waralaba nasional.

Pilihan lainnya adalah franchise gerai take over, yakni membeli gerai Alfamart yang telah beroperasi. Harga paket take over ditetapkan oleh perusahaan, dengan estimasi modal mulai dari Rp800 juta.

Biaya tersebut mencakup franchise fee lima tahun, sewa lokasi, peralatan gerai, sistem informasi ritel, hingga goodwill. Proses kerja samanya meliputi presentasi awal, kesepakatan pembelian, pemindahan perizinan, perjanjian kerja sama, dan pengambilalihan gerai.

Biaya Royalti dan Syarat Mitra

Selain investasi awal, mitra Alfamart juga dikenakan biaya royalti yang dihitung secara progresif dari penjualan bersih gerai dan belum termasuk pajak. Skema royalti ini dirancang agar mitra dengan penjualan kecil tidak terbebani biaya tinggi.

Penjualan bersih hingga Rp150 juta tidak dikenakan royalti, sementara di atas angka tersebut dikenakan tarif bertahap hingga maksimal empat persen. Sistem ini mencerminkan pembagian risiko yang lebih adil antara perusahaan dan mitra.

Untuk menjadi mitra Alfamart, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Calon mitra harus memiliki minat di industri minimarket, berstatus Warga Negara Indonesia dengan badan usaha resmi, serta memiliki atau menyiapkan lokasi usaha dengan luas yang telah ditentukan.

Selain itu, mitra wajib memenuhi persyaratan perizinan sesuai ketentuan daerah dan bersedia mengikuti seluruh sistem serta prosedur yang berlaku di Alfamart. Dengan memenuhi ketentuan tersebut, peluang memiliki gerai Alfamart sendiri pada 2026 terbuka lebar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index