JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai sektor transportasi biasanya mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Hal ini juga terjadi di wilayah Papua, di mana mobilitas masyarakat meningkat, terutama dari kawasan pegunungan menuju kota-kota utama seperti Jayapura.
Dalam kondisi geografis Papua yang memiliki banyak wilayah terpencil, transportasi udara menjadi salah satu sarana vital yang menghubungkan masyarakat di daerah pedalaman dengan pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Karena itu, keberlangsungan penerbangan perintis sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar penerbangan atau avtur.
Sejumlah pihak terkait terus memastikan distribusi energi untuk sektor penerbangan tetap berjalan lancar. Ketersediaan avtur menjadi faktor penting agar layanan transportasi udara di wilayah terpencil dapat terus beroperasi dengan baik, khususnya menjelang periode mudik Lebaran yang biasanya memicu peningkatan kebutuhan transportasi.
Peran Penting Avtur Bagi Penerbangan Perintis Papua
Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Papua Maluku memastikan ketersediaan bahan bakar minyak jenis avtur untuk penerbangan perintis di Papua dalam kondisi aman menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ketua DPD Hiswana Migas Papua Maluku Ledryk J Lekenila menyampaikan bahwa penerbangan perintis memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
Menurut dia, transportasi udara menjadi akses utama bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.
"Penerbangan perintis ini sangat penting karena menjadi akses utama transportasi bagi masyarakat di daerah pegunungan, sehingga ketersediaan avtur harus dipastikan aman,” katanya.
Karena itu, memastikan ketersediaan bahan bakar penerbangan menjadi prioritas agar layanan transportasi udara bagi masyarakat di wilayah terpencil tetap berjalan tanpa hambatan.
Koordinasi Distribusi Avtur Terus Dilakukan
Untuk menjaga kelancaran operasional penerbangan perintis, Hiswana Migas bersama berbagai pihak terkait terus melakukan koordinasi guna memastikan distribusi avtur ke sejumlah bandara di Papua berjalan dengan lancar.
Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi kendala operasional yang dapat mengganggu layanan penerbangan perintis, terutama menjelang momen Lebaran yang biasanya diikuti dengan peningkatan mobilitas masyarakat.
"Selain itu, kami juga terus memantau kondisi stok avtur guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan bahan bakar selama periode mudik Lebaran," ujar dia.
Pemantauan stok bahan bakar juga dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaannya tetap berada pada tingkat yang aman.
Dengan langkah tersebut, layanan transportasi udara di wilayah Papua diharapkan dapat tetap beroperasi secara optimal dan melayani kebutuhan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan.
Penerbangan Perintis Dukung Konektivitas Wilayah Papua
Ledryk menjelaskan bahwa keberadaan penerbangan perintis memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung konektivitas antar wilayah di Papua.
Wilayah Papua memiliki kondisi geografis yang menantang dengan banyak daerah yang berada di pegunungan dan sulit dijangkau oleh jalur transportasi konvensional.
Karena itu, transportasi udara menjadi solusi penting untuk menghubungkan berbagai daerah, termasuk wilayah pedalaman dengan kota-kota besar.
“Karena itu kami memastikan pasokan avtur tetap tersedia sehingga pelayanan transportasi udara bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman Papua, dapat berjalan dengan baik menjelang Idul Fitri,” katanya.
Keberadaan penerbangan perintis tidak hanya membantu mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi barang dan kebutuhan logistik di berbagai daerah terpencil di Papua.
Pertamina Pastikan Stok Energi Wilayah Papua Aman
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku juga memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar Papua berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Ispiani Abbas mengatakan bahwa perusahaan terus menjaga keandalan pasokan energi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Saat ini kondisi stok kami baik jenis avtur, pertalite, dexlite,pertamax dan lainnya di atas 20 hari dan sistem logistik energi secara nasional telah direncanakan untuk memastikan kehandalan suplai hingga ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Papua," katanya.
Dengan sistem logistik energi yang telah dirancang secara nasional, distribusi bahan bakar ke berbagai wilayah di Papua tetap dapat berjalan secara terencana dan terpantau.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan energi masyarakat maupun sektor transportasi tetap terpenuhi, sehingga aktivitas masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri dapat berjalan lancar tanpa gangguan pasokan bahan bakar