Infrastruktur

Infrastruktur Nasional Diperkuat, Siap Mendukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Infrastruktur Nasional Diperkuat, Siap Mendukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Infrastruktur Nasional Diperkuat, Siap Mendukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kesiapan infrastruktur nasional menjelang arus mudik Idul Fitri 2026. 

Pemerintah memastikan jalan nasional, jalan tol, serta sistem transportasi darat, laut, dan udara siap mendukung mobilitas masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari strategi menjaga kelancaran mudik di seluruh wilayah Indonesia.

Kondisi Jalan Nasional Non-Tol

AHY menjelaskan bahwa pemerintah saat ini menjaga kondisi jalan nasional non-tol dengan panjang lebih dari 47.000 kilometer. "Terkait dengan jalan nasional yang non-tol saya ulangi yang sifatnya non-tol ini kita laporkan ada 47.000 lebih kilometer yang harus terus kita preservasi," ujarnya. 

Ia menambahkan, tingkat kemantapan jalan nasional non-tol saat ini mencapai sekitar 93,2 persen, mencakup wilayah Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Walaupun kondisi jalan beragam, secara umum jalan nasional non-tol dinilai siap menghadapi arus mudik. Pemerintah tetap melakukan perbaikan pada sejumlah ruas yang mengalami kerusakan melalui tim khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hal ini diharapkan agar perjalanan masyarakat selama mudik tidak terganggu.

Siaga Tim Perbaikan dan Titik Rawan Bencana

Untuk mempercepat penanganan kerusakan, pemerintah menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) yang dilengkapi alat berat dan material. "DRU ini tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera menutup saya ulangi memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan," kata AHY. Selain itu, terdapat 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, dan 15 titik rawan banjir rob yang sudah diantisipasi.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan 1.461 unit DRU untuk penanganan darurat di berbagai wilayah. Tim ini akan bergerak cepat jika terjadi kerusakan atau bencana di sepanjang jalur mudik. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan hambatan perjalanan dan menjaga keamanan pemudik.

Jalan Tol dan Fasilitas Pendukung

AHY melaporkan saat ini terdapat 3.115 kilometer jalan tol yang beroperasi di Indonesia, dengan total 76 ruas tol siap melayani arus mudik. Pemerintah juga menaruh perhatian pada fasilitas pendukung seperti Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang terbagi menjadi TIP A dengan SPBU, TIP B tanpa SPBU, dan TIP C bersifat modular.

Selain itu, stasiun pengisian kendaraan listrik disiapkan untuk mendukung meningkatnya penggunaan mobil listrik masyarakat. Pemerintah juga menyiapkan 10 ruas tol fungsional di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. 

Beberapa ruas tol fungsional tersebut antara lain Tol Indralaya–Bengkulu, Tol Probolinggo–Banyuwangi, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Cimanggis–Cibitung.

Transportasi Darat, Laut, dan Udara

Dari sisi transportasi darat, pemerintah menyiapkan lebih dari 31.000 unit bus dengan kapasitas sekitar 1,2 juta tempat duduk. Dukungan juga diberikan oleh 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B. Sementara transportasi laut menyiapkan 829 kapal dengan kapasitas sekitar 3,26 juta penumpang yang dilayani oleh 636 pelabuhan.

Untuk penyeberangan, tersedia 255 kapal dengan kapasitas 6,1 juta penumpang dan kemampuan mengangkut sekitar 770 ribu kendaraan. Jalur tersebut melayani 15 lintasan penyeberangan di 29 pelabuhan. 

Sektor penerbangan menargetkan pelayanan hingga 7,8 juta penumpang dengan 378 unit pesawat melalui 257 bandar udara. Transportasi kereta api juga siap dengan sekitar 3.800 unit kereta dan dukungan 668 stasiun.

Harapan dan Kesiapan Mudik Aman

AHY menekankan bahwa semua moda transportasi diharapkan beroperasi dengan baik dan tidak terlalu terdampak cuaca. "Kita berharap semua moda transportasi ini dapat beroperasi dengan baik dan tidak terlalu terdampak cuaca sehingga perjalanan masyarakat selama mudik dapat berlangsung aman dan lancar," ujarnya. 

Pemerintah terus memantau kesiapan fasilitas dan jalur agar arus mudik dapat berjalan lancar.

Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama mudik. 

Kombinasi perbaikan jalan, pengelolaan transportasi, dan fasilitas pendukung diharapkan mampu menciptakan arus mudik yang aman, nyaman, dan efisien. Program ini juga menjadi bukti kesiapan infrastruktur nasional menghadapi tantangan mobilitas skala besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index