JAKARTA - PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) menyiapkan strategi ekspansi besar-besaran dengan target membuka 100 gerai Fore Coffee dan Fore Donut sepanjang 2026.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari pengembangan jaringan yang sudah digencarkan sejak tahun lalu. Direktur Strategi dan Pengembangan Perusahaan, Fahmi Rachmattulah, menyatakan bahwa fokus ekspansi tetap menyasar wilayah tier 2 dan tier 3, sekaligus memastikan pasar di kota tier 1 tetap terlayani.
Fahmi menjelaskan, “Masih sama dengan tahun lalu, 70 gerai. Konsepnya masih sama, ke [wilayah] tier 2, tier 3, tier 1 juga masuk. Jadi tier 1-nya 50%, sementara tier 2 dan 3-nya another 50%.”
Dengan strategi ini, perseroan berupaya menjaga keseimbangan pertumbuhan di berbagai pasar sekaligus memaksimalkan penetrasi. Ekspansi dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta potensi trafik pelanggan di setiap lokasi.
Selain jumlah gerai, alokasi modal juga menjadi perhatian. FORE menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar per gerai untuk memastikan pembangunan berjalan optimal.
Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam pemilihan lokasi dan desain gerai agar sesuai dengan pasar masing-masing. Penekanan pada lokasi strategis di kota besar maupun wilayah penyangga diharapkan mendorong kesuksesan bisnis secara berkelanjutan.
Pengembangan Gerai Fore Donut
Selain kopi, perseroan menaruh perhatian pada Fore Donut sebagai “new engine” untuk pertumbuhan bisnis. Target tahun ini adalah menambah 30 gerai Fore Donut khusus di wilayah Jawa.
Fahmi menyatakan, “Fore Donut kami fokusnya di Jawa dulu, terutama di mal. Kami bakal masuk semaksimal mungkin karena di mal, kami ibaratnya masih butuh awareness. Terus butuh traffic. Rata-rata kalau sudah di mal kan sudah ada traffic-nya.”
Penambahan gerai ini dilakukan dengan alokasi capex sedikit lebih tinggi dibanding gerai kopi. Strategi ini dirancang agar merek Fore Donut dapat lebih dikenal masyarakat dan membangun basis pelanggan yang solid.
Fokus utama pada mal juga memungkinkan pengusaha memanfaatkan arus pengunjung yang sudah ada sehingga awareness dan omzet bisa lebih cepat tercapai.
Perseroan memanfaatkan sumber dana internal dan sisa dana IPO yang diperoleh tahun 2025 untuk pembiayaan ekspansi. Per Januari 2026, dari total dana IPO, FORE baru merealisasikan sekitar 30,20% atau Rp101,84 miliar.
Pemanfaatan dana ini disesuaikan dengan prioritas pengembangan gerai kopi dan donut agar alokasi modal tepat sasaran dan berdampak maksimal.
Kinerja Gerai dan Pencapaian 2025
Sepanjang Januari–September 2025, FORE telah berhasil membangun 60 gerai baru. Tambahan ini membuat jumlah keseluruhan gerai Fore Coffee mencapai 250 unit, tersebar di Indonesia dan Singapura. Sementara itu, untuk gerai Fore Donut, saat ini sudah beroperasi tiga gerai di wilayah Jabodetabek, termasuk Panglima Polim, Mal Grand Indonesia, dan Supermal Karawaci.
Kinerja perseroan tercermin pada laporan keuangan kuartal III/2025. Pendapatan FORE tercatat Rp1,04 triliun, naik 43,22% dibanding periode sama 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh performa positif segmen minuman dan makanan, menunjukkan bahwa strategi ekspansi berhasil mendongkrak penjualan dan memperkuat pangsa pasar.
Selain pendapatan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami peningkatan signifikan. Kuartal III/2025 mencatat laba bersih Rp60,10 miliar, naik 41,94% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba menunjukkan efisiensi operasional dan kemampuan perseroan dalam memanfaatkan peluang bisnis di segmen kopi dan makanan.
Strategi Pertumbuhan dan Investasi Modal
Investasi modal untuk pembangunan gerai diarahkan untuk memastikan kualitas operasional dan daya tarik konsumen. Alokasi sebesar Rp2 miliar per gerai mencakup desain, perlengkapan, dan pengembangan SDM agar layanan tetap prima. Penekanan pada kualitas dan lokasi strategis menjadi kunci keberhasilan ekspansi Fore Coffee dan Fore Donut di berbagai wilayah.
Selain itu, pemilihan lokasi yang tepat meminimalkan risiko kegagalan dan memastikan traffic pengunjung tinggi. Fokus pada kota tier 1, tier 2, dan tier 3 disusun agar ekspansi merata dan pertumbuhan pendapatan konsisten. Strategi ini menjadi landasan untuk memperkuat posisi FORE di pasar nasional dan regional.
Perseroan juga menekankan bahwa gerai Fore Donut bukan sekadar tambahan bisnis, tetapi bagian dari diversifikasi portofolio. Dengan menggabungkan penjualan kopi dan donat, FORE dapat menangkap segmen pasar lebih luas. Strategi ini diharapkan mendorong brand recognition sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan.
Potensi Pertumbuhan Tahun 2026
Dengan rencana pembukaan 100 gerai, FORE menargetkan pertumbuhan signifikan di tahun 2026. Perluasan pasar ke berbagai tier kota memungkinkan perseroan merespons permintaan konsumen dengan lebih efektif. Sinergi antara gerai kopi dan donat diharapkan meningkatkan total pendapatan serta laba bersih secara berkelanjutan.
Selain itu, strategi ekspansi didukung oleh aliran dana internal dan sisa IPO yang baru direalisasikan. Pendekatan ini menjaga stabilitas keuangan dan memungkinkan perseroan melakukan ekspansi tanpa tergantung pada pinjaman eksternal. Fokus pada efisiensi operasional dan pemilihan lokasi strategis tetap menjadi prioritas utama dalam pertumbuhan bisnis.
Ekspansi dan Kinerja Fore
Rencana ekspansi FORE mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur dan hati-hati. Target 70 gerai Fore Coffee dan 30 gerai Fore Donut menunjukkan fokus pada penetrasi pasar dan pembangunan merek. Kinerja keuangan yang positif di kuartal III/2025 menjadi bukti efektivitas strategi ini, serta membuka peluang pertumbuhan lebih besar di tahun 2026.
Perseroan menegaskan bahwa pengembangan gerai dilakukan dengan memperhatikan daya beli masyarakat, lokasi strategis, dan potensi trafik.
Sinergi gerai kopi dan donat juga diharapkan memperkuat brand recognition dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan rencana ekspansi ini, FORE siap memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri kopi dan makanan cepat saji.