Tamaris Hidro

Tamaris Hidro Cetak Lonjakan Laba 52 Persen Sepanjang Tahun 2025

Tamaris Hidro Cetak Lonjakan Laba 52 Persen Sepanjang Tahun 2025
Tamaris Hidro Cetak Lonjakan Laba 52 Persen Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Di tengah percepatan transisi energi dan meningkatnya kebutuhan listrik berbasis ramah lingkungan, kinerja emiten energi baru terbarukan menjadi sorotan. 

Salah satu yang mencatat pertumbuhan signifikan adalah PT Tamaris Hidro, perusahaan EBT Grup Salim yang fokus pada pembangkit listrik tenaga mini hidro. Sepanjang 2025, perseroan membukukan lonjakan pendapatan dan laba bersih yang mencerminkan ekspansi bisnis berjalan efektif.

Kinerja positif tersebut tergambar dari laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit. Pertumbuhan pendapatan yang kuat diikuti peningkatan laba bersih menunjukkan strategi operasional dan ekspansi anorganik yang ditempuh perseroan mulai membuahkan hasil.

Perusahaan Grup Salim yang bergerak di bidang energi baru terbarukan pembangkit listrik tenaga mini hidro, PT Tamaris Hidro membukukan kinerja yang kinclong pada 2025. Hal itu tecermin pada kenaikan pendapatan dan laba bersih perseroan.

Kinerja Pendapatan Tumbuh Signifikan Sepanjang Tahun

Berdasarkan laporan tahun 2025 yang diaudit, Tamaris Hidro meraih pendapatan usaha bersih senilai Rp576,07 miliar pada 2025. Capaian itu merupakan akumulasi dari pendapatan yang berasal dari keuangan konsesi Rp307,19 miliar, proyek konsesi Rp134,67 miliar, operasi dan pemeliharaan Rp82,39 miliar, penjualan listrik Rp49,24 miliar, dan jasa sewa Rp2,57 miliar.

Lebih terperinci, penjualan listrik entitas anak Tamaris Hidro kepada PLN tercatat sebesar Rp564,0 miliar pada 2025 dan Rp561,39 miliar pada 2024.

Pendapatan Tamaris Hidro pada 2025 meningkat 28,2% dibandingkan dengan pendapatan pada 2024 sebesar Rp449,34 miliar.

Pertumbuhan pendapatan ini menjadi indikasi meningkatnya kapasitas produksi dan optimalisasi aset pembangkit yang dikelola perseroan. Kenaikan tersebut juga mencerminkan kontribusi stabil dari proyek konsesi dan layanan operasi serta pemeliharaan.

Laba Bersih Melonjak Di Tengah Beban Operasional

Di sisi profitabilitas, Tamaris Hidro meraih pendapatan tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp31,84 miliar pada 2025 atau meningkat 52,12% year-on-year (YoY) dari Rp20,93 miliar.

Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan Tamaris Hidro tercatat Rp223,89 miliar, beban umum dan administrasi Rp77,78 miliar, beban daya reaktif Rp21,73 miliar, dan beban keuangan Rp219,18 miliar.

Meski beban usaha dan beban keuangan masih cukup besar, perseroan mampu menjaga pertumbuhan laba secara solid. Lonjakan laba bersih lebih dari 50% secara tahunan menunjukkan efisiensi yang semakin baik dalam pengelolaan operasional dan pembiayaan.

Ekspansi Melalui Akuisisi Pembangkit Mini Hidro

Tamaris Hidro tercatat memiliki 14 anak usaha yang menjalankan kegiatan usaha pembangkit listrik tenaga mini hidro. Tiga perusahaan dengan aset paling besar, yaitu PT Sanagan Energi, PT Patria Bakti Abadi, dan PT Partogi Hidro Energi.

Berdasarkan catatan Bisnis, Tamaris Hidro gencar melakukan transaksi akuisisi pada 2025. Pada September 2025, Tamaris Hidro melalui dua anak usahanya mengakuisisi PLTA di Sumatera Utara dengan total nilai transaksi mencapai Rp73 miliar.

Senior Vice President Corporate Secretary PT Tamaris Hidro Priyo Kristanto menyampaikan perusahaan melalui perusahaan terkendali yakni PT Patria Bakti Abadi (PBA) dan PT Grahaenergi Mitra Bersama (GMB) resmi mengambil alih 100% saham PT Thong Langkat Energi (TLE).

“Nilai transaksi jual beli saham mencapai Rp22 miliar, dan kewajiban pemegang saham sebesar Rp51 miliar,” jelasnya.

PT Thong Langkat Energi merupakan pengelola PLTA Batu Gajah yang berlokasi di Desa Empus dan Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pembangkit listrik tersebut memiliki total kapasitas sebesar 16 megawatt (MW), yang terdiri atas tiga unit masing-masing 2x5 MW dan 1x6 MW.

Akuisisi tersebut memperkuat portofolio pembangkit Tamaris Hidro sekaligus memperluas jangkauan operasional di wilayah Sumatera. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi anorganik yang konsisten dijalankan perseroan.

Rekam Jejak Akuisisi Dan Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang

Sebelumnya, perusahaan energi hijau Grup Salim itu sudah beberapa kali melaksanakan aksi akuisisi. Langkah ekspansi anorganik itu dimulai pada 2012 saat Tamaris Hidro mengakuisisi PLTM Segara 7 MW di Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya, perusahaan mengakuisisi PLTM Cianten dengan kapasitas 19 MW pada Agustus 2019 dan mengambil alih PLTA Besai 2 dengan kapasitas 20 MW yang berlokasi di Way Kanan, Lampung, pada 2021.

Rangkaian aksi korporasi tersebut menunjukkan konsistensi Tamaris Hidro dalam memperbesar kapasitas terpasang serta memperluas sumber pendapatan berbasis energi terbarukan. Dengan kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik, perusahaan berupaya memperkuat posisinya di sektor pembangkit listrik tenaga mini hidro nasional.

Kinerja 2025 yang mencatat kenaikan pendapatan 28,2% dan lonjakan laba bersih 52,12% menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekspansi ke depan. Dengan dukungan portofolio aset yang semakin besar serta strategi akuisisi yang terarah, Tamaris Hidro menempatkan diri sebagai salah satu pemain signifikan di industri energi baru terbarukan Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index