BNPB Bangun Huntara Untuk Korban Banjir Bandang Aceh Utara

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:30:58 WIB
BNPB Bangun Huntara Untuk Korban Banjir Bandang Aceh Utara

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Aceh Utara terus dilakukan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 

Selain penanganan darurat, fokus kini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama penyediaan tempat tinggal yang layak bagi mereka yang kehilangan rumah.

Melalui pembangunan hunian sementara atau huntara, BNPB berupaya memastikan para korban bencana memiliki tempat berlindung yang aman sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanen. Langkah ini menjadi bagian penting dari fase transisi darurat menuju rehabilitasi.

Hunian Sementara Untuk Warga Terdampak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana membangun hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang di Aceh Utara. Huntara tersebut berlokasi di Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, dan direncanakan mampu menampung 84 keluarga terdampak.

Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kolonel Infanteri Hery Setiono menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara ini diprioritaskan bagi warga yang rumahnya sudah tidak layak huni akibat bencana.

"Jadi hunian sementara ini Mas, khususnya buat warga terdampak yang kondisinya rumahnya ini sudah tidak layak lagi dihuni," kata Hery Setiono.

Menurutnya, penyediaan tempat tinggal sementara menjadi langkah mendesak agar warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan manusiawi setelah bencana melanda wilayah tersebut.

Lokasi Dan Kapasitas Huntara

Huntara tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 14 ribu meter persegi. Lokasi pembangunan merupakan bekas lapangan sepak bola yang kini dimanfaatkan untuk kepentingan darurat kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang.

Berdasarkan rancangan yang telah disiapkan, hunian sementara ini akan terdiri dari 16 unit kopel. Seluruh unit tersebut diperuntukkan bagi 84 keluarga yang sebelumnya tinggal di kawasan terdampak paling parah.

Pemilihan lokasi pembangunan huntara mempertimbangkan aksesibilitas, keamanan, serta kedekatan dengan lingkungan asal warga, sehingga diharapkan dapat memudahkan proses adaptasi selama masa tinggal sementara.

Fasilitas Dasar Untuk Kenyamanan Warga

Setiap keluarga akan menempati satu unit hunian sementara dengan ukuran bangunan utama 4,8 meter kali 3,6 meter. Huntara tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal bagi keluarga korban bencana.

Selain ruang utama, setiap unit juga dilengkapi dengan kamar mandi berukuran 1,2 meter. Fasilitas ini diharapkan dapat menjaga kebersihan serta kesehatan penghuni selama tinggal di huntara.

Tidak hanya itu, masing-masing unit juga memiliki teras berukuran 1,2 meter kali 3,6 meter yang dapat dimanfaatkan warga untuk aktivitas harian. Penyediaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya BNPB menghadirkan hunian sementara yang layak dan nyaman.

Target Penyelesaian Pembangunan

Pembangunan hunian sementara tersebut telah dimulai sejak 6 Januari 2026. BNPB menargetkan seluruh proses pembangunan dapat rampung hingga akhir Januari 2026.

Target penyelesaian ini ditetapkan agar warga terdampak dapat segera menempati huntara sebelum memasuki bulan Ramadan. Dengan demikian, para korban bencana diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman.

BNPB menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana berjalan dengan baik. Selain hunian sementara, berbagai upaya pemulihan lain juga terus dilakukan secara bertahap.

Melalui penyediaan huntara ini, diharapkan warga Aceh Utara yang terdampak banjir bandang dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih stabil sembari menunggu solusi hunian jangka panjang dari pemerintah.

Terkini