POLITIK

Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Maju Pilpres 2029 Resmi

Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Maju Pilpres 2029 Resmi
Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Maju Pilpres 2029 Resmi

JAKARTA - Dinamika politik nasional mulai menghangat meski Pemilihan Presiden masih beberapa tahun ke depan. Dukungan politik terhadap Presiden Prabowo Subianto perlahan bermunculan dari berbagai elemen, termasuk partai politik baru yang menyatakan sikap secara terbuka. 

Salah satunya adalah Partai Gema Bangsa yang secara resmi menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk kembali maju pada Pilpres 2029.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq dalam acara deklarasi partainya. Dukungan ini didasarkan pada penilaian terhadap kepemimpinan Prabowo yang dinilai memiliki karakter kuat, tegas, dan konsisten dalam menjalankan agenda nasional.

Pernyataan Dukungan Partai Gema Bangsa

Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq menegaskan kesiapan partainya untuk mendukung Presiden RI Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029. Ia menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin yang sulit ditemukan pada masa sekarang.

"Partai Gema Bangsa juga mendukung Bapak Prabowo Subianto maju kembali untuk Pilpres di 2029. Rasa-rasanya langka mencari calon pemimpin seperti apa yang dimiliki oleh Pak Prabowo hari ini," ujar Rofiq dalam paparannya saat mendeklarasikan Partai Gema di JCC, Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurut Rofiq, dukungan tersebut bukan sekadar sikap politik pragmatis, melainkan refleksi dari keyakinan terhadap kapasitas kepemimpinan Prabowo. Ia menilai, kualitas kepemimpinan Presiden saat ini menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.

Deklarasi dukungan ini sekaligus menandai langkah awal Partai Gema Bangsa dalam memposisikan diri di panggung politik nasional dengan membawa agenda besar terkait kepemimpinan dan keberlanjutan pembangunan.

Ketegasan Prabowo Melawan Korupsi

Salah satu alasan utama dukungan Partai Gema Bangsa adalah ketegasan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi. Ahmad Rofiq menilai, belum pernah ada Presiden RI sebelumnya yang menunjukkan sikap sekeras Prabowo terhadap praktik korupsi.

"Begitu kerasnya melawan korupsi. Tidak pandang bulu apa pun disikat. Banyak sekali para koruptor-koruptor itu lari ke luar negeri karena ancaman-ancamannya. Kita tidak pernah mendapati presiden-presiden sebelumnya yang segalak seperti Pak Prabowo," paparnya.

Bagi Rofiq, ketegasan ini menjadi sinyal penting bagi reformasi tata kelola pemerintahan. Ia memandang bahwa upaya pemberantasan korupsi memerlukan keberanian politik dan konsistensi yang kuat dari seorang pemimpin nasional.

Sikap tanpa kompromi terhadap korupsi dinilai sebagai fondasi utama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dukungan Terhadap Asta Cita Presiden

Selain faktor ketegasan, Ahmad Rofiq juga menyatakan dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan cita-cita besar membangun Indonesia yang maju dan berdaulat.

Bagi Rofiq, Asta Cita merupakan kerangka strategis yang menggambarkan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas. Konsep tersebut mencakup upaya mewujudkan kemandirian bangsa di berbagai sektor strategis.

"Gema Bangsa juga mengusulkan kepada Komite Nobel Norwegia untuk memberikan Nobel Perdamaian kepada Presiden Prabowo Subianto yang secara aktif untuk mendorong kemerdekaan Palestina," imbuh dia.

Usulan tersebut, menurut Rofiq, merupakan bentuk apresiasi atas peran aktif Prabowo di kancah internasional, khususnya dalam isu kemanusiaan dan perdamaian global. Ia menilai langkah diplomasi tersebut mencerminkan kepemimpinan Indonesia yang berprinsip dan berpengaruh.

Alasan Dorongan Dua Periode Kepemimpinan

Lebih lanjut, Ahmad Rofiq menyampaikan pandangannya bahwa Presiden Prabowo seharusnya memimpin Indonesia selama dua periode. Menurutnya, membangun negara sebesar Indonesia membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Enggak realistis kalau hanya satu periode. Dua periode itu syarat minimal seseorang pemimpin itu bisa teruji, apakah yang menjadi bagian dari gagasannya atau misi perjuangannya itu bisa tercapai atau tidak," ujar Rofiq.

Ia menambahkan bahwa satu periode kepemimpinan dinilai belum cukup untuk menghasilkan dampak pembangunan yang signifikan. Menurutnya, hasil nyata dari sebuah visi besar baru dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

"Kalau hanya lima tahun menurut saya tidak akan menghasilkan, tidak banyak yang dihasilkan, tapi kalau sepuluh tahun saya yakin bisa kita rasakan, ada dampak," sambung dia lagi.

Pandangan tersebut menegaskan keyakinan Partai Gema Bangsa bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan agenda nasional. Dukungan terhadap Prabowo pada Pilpres 2029 pun diposisikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index