TNI

TNI Wujudkan Akses Aman Lewat Pembangunan Jembatan Desa Tapanuli Tengah

TNI Wujudkan Akses Aman Lewat Pembangunan Jembatan Desa Tapanuli Tengah
TNI Wujudkan Akses Aman Lewat Pembangunan Jembatan Desa Tapanuli Tengah

JAKARTA - Akses penghubung warga di Tapanuli Tengah kembali menjadi perhatian setelah jembatan antardesa rusak diterjang banjir bandang. 

Kehadiran prajurit TNI di lokasi membawa harapan baru bagi masyarakat yang sempat terisolasi. Upaya perbaikan dilakukan agar mobilitas warga dapat pulih dan aktivitas kembali berjalan normal.

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 908/Gaja Dompak (Yonif TP 908/GD) membantu perbaikan jembatan penghubung antara desa di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, yang sempat terisolasi akibat banjir bandang pada November 2025. 

Sejumlah prajurit TNI bersama-sama mengangkat batu kali untuk mempersiapkan pembangunan jembatan antardesa yang kembali putus setelah diterjang banjir pada Senin, 16 Februari 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak masyarakat.

"Kami saat ini berupaya untuk mengumpulkan batu dan merakit jembatan Aramco," kata Perwira TNI dari Yonif TP 908/GD Letda Riswan Sinaga di Tapanuli Tengah. Ia menjelaskan proses pembangunan difokuskan pada percepatan perakitan konstruksi agar dapat segera difungsikan. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong bersama unsur terkait.

Kondisi Jembatan Pascabanjir

Menurut dia, jembatan penghubung antara Kelurahan Hutanabolon dan Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, sudah sempat terbangun dan dapat dilalui kendaraan, namun pada banjir bandang susulan jembatan tersebut kembali hancur. Kerusakan itu menyebabkan akses transportasi warga terganggu total. Situasi tersebut memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih berisiko.

Oleh karena itu, kata Riswan, pihaknya mulai kembali membangun dengan mengumpulkan batu kali serta merakit jembatan Aramco. Material batu kali dikumpulkan sebagai fondasi penopang struktur jembatan sementara. Perakitan dilakukan secara bertahap agar konstruksi kokoh dan aman dilalui.

Menurut dia, pembangunan kembali jembatan itu untuk memastikan masyarakat di Desa Sigiring-giring tidak lagi terisolasi. "Jembatan yang kami bangun kembali ini untuk menghubungkan antardesa," ujar dia. Ia menegaskan bahwa akses tersebut sangat vital bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Pengerahan Personel dan Proses Perbaikan

Riswan menambahkan pihaknya menerjunkan 100 personel dalam rangka mempercepat perbaikan jembatan yang sempat terputus. Personel tersebut dibagi dalam beberapa tim kerja untuk efisiensi pengerjaan. Keterlibatan banyak prajurit diharapkan mampu memangkas waktu pembangunan.

Saat ini warga dapat melalui Sungai Tukka dengan menyeberangi air yang mengalir. Namun, itu berbahaya ketika hujan turun di daerah tersebut. Debit air sungai yang meningkat sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga.

Jembatan tersebut juga menjadi akses satu-satunya warga dari Desa Sigiring-giring yang akan menuju ke daerah lainnya di Kecamatan Tukka. Tanpa jembatan, distribusi barang dan mobilitas penduduk menjadi terhambat. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Manfaat Jembatan bagi Aktivitas Warga

Keberadaan jembatan sangat penting bagi pelajar, petani, dan pedagang setempat. Anak-anak sekolah membutuhkan akses aman untuk mencapai tempat belajar setiap hari. Petani dan pedagang juga bergantung pada jalur tersebut untuk membawa hasil produksi ke pasar.

Dengan dibangunnya kembali jembatan Aramco, diharapkan arus transportasi kembali lancar. Infrastruktur ini menjadi penopang utama aktivitas sosial masyarakat. Perbaikan yang dilakukan TNI menjadi wujud kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kerja sama antara prajurit dan masyarakat setempat turut mempercepat proses pembangunan. Semangat gotong royong terlihat dalam pengangkatan batu kali dan persiapan fondasi. Dukungan warga menunjukkan pentingnya jembatan tersebut bagi kehidupan sehari-hari.

Harapan Pemulihan dan Ketahanan Infrastruktur

Upaya perbaikan ini tidak hanya bertujuan memulihkan akses, tetapi juga meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap cuaca ekstrem. Pembangunan ulang dilakukan dengan memperhatikan pengalaman kerusakan sebelumnya. Dengan demikian, jembatan diharapkan lebih tangguh menghadapi potensi banjir susulan.

Kehadiran TNI dalam membantu perbaikan menjadi bagian dari komitmen mendukung masyarakat terdampak bencana. Respons cepat ini diharapkan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat terputusnya akses. Masyarakat pun menyambut baik langkah percepatan pembangunan tersebut.

Melalui kerja keras bersama, jembatan penghubung antardesa di Tapanuli Tengah diharapkan segera dapat difungsikan kembali. Akses yang pulih akan mengakhiri isolasi Desa Sigiring-giring. Pemulihan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana alam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index