penerbangan

Maskapai Penerbangan Korsel Larang Penggunaan Alat Power Bank Dalam Pesawat

Maskapai Penerbangan Korsel Larang Penggunaan Alat Power Bank Dalam Pesawat
Maskapai Penerbangan Korsel Larang Penggunaan Alat Power Bank Dalam Pesawat

JAKARTA - Sejumlah maskapai penerbangan asal Korea Selatan secara resmi melarang penggunaan perangkat pengisi daya portabel. Langkah tegas ini diambil demi menjaga keamanan dan keselamatan seluruh penumpang selama berada di udara. Kebijakan baru tersebut mulai diberlakukan secara ketat di semua rute penerbangan domestik maupun rute internasional.

Berdasarkan laporan pada Minggu 22 Februari 2026, larangan ini mencakup penggunaan power bank selama penerbangan berlangsung. Pihak otoritas penerbangan menilai adanya risiko potensi kebakaran yang bersumber dari baterai lithium pada perangkat tersebut. Penumpang tetap diperbolehkan membawa alat itu ke dalam kabin namun dilarang keras untuk mengoperasikannya.

Alasan Keamanan Menjadi Prioritas Utama Dalam Larangan Penggunaan Power Bank

Risiko kegagalan termal pada baterai berkapasitas besar menjadi kekhawatiran utama bagi para teknisi keselamatan pesawat terbang. Insiden panas berlebih yang terjadi pada beberapa kasus sebelumnya memicu evaluasi mendalam terhadap regulasi barang bawaan. Maskapai ingin memastikan bahwa tidak ada pemicu api yang dapat membahayakan sistem elektronik sensitif di pesawat.

Petugas di bandara kini lebih teliti dalam memeriksa kapasitas daya dari setiap unit pengisi daya portabel. Ketentuan mengenai batas maksimal daya yang diizinkan masuk ke kabin juga kembali diperketat demi keamanan bersama. Hingga Minggu 22 Februari 2026, sosialisasi mengenai aturan baru ini terus digencarkan di area keberangkatan bandara.

Prosedur Pemeriksaan Barang Bawaan Penumpang Di Area Keberangkatan Bandara Korsel

Setiap calon penumpang diwajibkan melaporkan kepemilikan perangkat baterai cadangan saat melakukan proses lapor diri atau check-in. Pihak keamanan bandara akan memberikan label khusus bagi perangkat yang memenuhi syarat keamanan untuk dibawa masuk. Jika ditemukan perangkat yang melebihi ambang batas kapasitas, maka barang tersebut dilarang untuk dibawa serta ke pesawat.

Larangan pengoperasian selama di dalam kabin bertujuan untuk mencegah beban berlebih pada saat pengisian daya perangkat. Awak kabin diberikan wewenang untuk menegur dan mengamankan perangkat jika terlihat ada penumpang yang melanggar aturan. Keselamatan nyawa penumpang jauh lebih berharga dibandingkan dengan kenyamanan pengisian daya baterai ponsel selama perjalanan udara.

Respons Penumpang Dan Penyesuaian Fasilitas Pengisian Daya Di Dalam Pesawat

Banyak penumpang yang awalnya merasa keberatan namun akhirnya memahami pentingnya aturan demi keselamatan terbang yang sangat krusial. Sebagai solusi, beberapa maskapai mulai menyediakan fasilitas lubang pengisi daya USB yang terintegrasi secara resmi pada kursi. Fasilitas pengisian daya milik pesawat dinilai jauh lebih aman karena memiliki sistem proteksi arus pendek.

Masyarakat diimbau untuk mengisi penuh daya perangkat elektronik mereka sebelum memasuki area terminal keberangkatan bandara internasional. Penyediaan stasiun pengisian daya gratis di ruang tunggu juga ditambah jumlahnya guna mengakomodasi kebutuhan darurat para pelancong. Dukungan dari para pelancong sangat diperlukan agar operasional penerbangan dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan teknis.

Dampak Kebijakan Terhadap Standar Keamanan Penerbangan Internasional Secara Global

Langkah yang diambil oleh Korea Selatan ini diprediksi akan diikuti oleh banyak maskapai dunia lainnya. Standardisasi keamanan barang berbahan lithium kini menjadi topik hangat dalam pertemuan organisasi penerbangan sipil internasional secara global. Harmonisasi aturan sangat diperlukan agar tidak terjadi kebingungan bagi penumpang yang melakukan perjalanan lintas negara saat ini.

Industri manufaktur baterai juga diharapkan dapat menciptakan teknologi penyimpanan daya yang jauh lebih stabil dan aman. Inovasi pada sektor material baterai menjadi kunci utama agar insiden panas berlebih tidak terjadi lagi di masa. Keamanan penerbangan tetap menjadi standar tertinggi yang tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun dalam industri.

Edukasi Berkelanjutan Mengenai Barang Berbahaya Dalam Penerbangan Sipil Nasional

Pihak maskapai terus memberikan edukasi melalui video keselamatan yang diputar sebelum pesawat lepas landas dari landasan pacu. Daftar barang terlarang atau restricted items selalu diperbarui guna mengikuti perkembangan teknologi perangkat elektronik yang semakin sangat canggih. Kesadaran penumpang dalam mematuhi aturan menjadi faktor penentu utama dalam menciptakan perjalanan udara yang sangat nyaman.

Masa depan industri penerbangan akan sangat bergantung pada seberapa efektif penerapan protokol keamanan di tingkat operasional harian. Setiap kebijakan baru yang diambil selalu didasarkan pada kajian data insiden serta prediksi risiko yang mungkin terjadi. Korea Selatan berkomitmen untuk terus menjadi pemimpin dalam standar keselamatan transportasi udara di wilayah Asia Pasifik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index