Industri Karet Deli

Industri Karet Deli Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 10 MWp

Industri Karet Deli Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 10 MWp
Industri Karet Deli Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 10 MWp

JAKARTA - PT Industri Karet Deli (IKD) mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 10 MWp di pabriknya di Medan. 

Kapasitas totalnya mencapai 10.004.630 Wp, menjadikannya PLTS atap terbesar di sektor industri Sumatera Utara. Langkah ini menandai komitmen perusahaan untuk mengurangi konsumsi listrik berbasis fosil dan jejak karbon industri.

PLTS yang rampung pada 2025 diproyeksikan menghasilkan 12–13 GWh listrik per tahun. Listrik tersebut langsung digunakan untuk mendukung operasional pabrik. Perusahaan memperkirakan pengurangan emisi mencapai sekitar 10.000 ton CO₂ per tahun berdasarkan faktor emisi sistem kelistrikan nasional.

Meski kontribusi PLTS terhadap bauran energi perusahaan belum diuraikan secara rinci, kapasitas ini signifikan dibanding daya terpasang IKD yang mencapai 22,86 MW.

Artinya, sebagian kebutuhan listrik pabrik dapat disuplai oleh PLTS atap, namun ketergantungan pada listrik konvensional masih ada. Langkah ini menjadi bagian strategi perusahaan menyeimbangkan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Manfaat Lingkungan dan Efisiensi Energi

IKD merupakan produsen ban dengan merek Swallow, Delium, dan Deli Tire, menyasar sepeda, sepeda motor, mobil, hingga segmen industri. 

Investasi pada energi surya tidak hanya menekan biaya listrik, tetapi juga memperkuat reputasi perusahaan dalam upaya pengurangan jejak karbon. Langkah ini sejalan dengan tekanan global terhadap sektor manufaktur agar lebih ramah lingkungan.

Direktur IKD, Darkiat Tjangnaka, menegaskan bahwa PLTS atap bertujuan memperkuat ketahanan pasokan listrik. Proyek ini juga dimaksudkan meningkatkan efisiensi energi secara menyeluruh di fasilitas produksi. 

“Ke depan, manajemen membuka peluang penambahan kapasitas seiring kebutuhan produksi dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Selain itu, implementasi energi surya memberi dampak positif bagi ekonomi sirkular internal perusahaan. Penggunaan energi terbarukan menurunkan biaya operasional jangka panjang. Hal ini menjadi strategi efisiensi yang selaras dengan target keberlanjutan global.

Kolaborasi dengan Investor Internasional

Proyek PLTS dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, perusahaan patungan Norfund dan Climate Fund Managers. 

Keterlibatan investor internasional menunjukkan bahwa proyek energi terbarukan skala industri di Indonesia masih banyak mengandalkan pembiayaan luar negeri. Investasi global ini mendorong transfer teknologi sekaligus memperkuat kredibilitas proyek.

Keberadaan investor internasional juga mempermudah akses pendanaan bagi industri lain. Dengan dukungan finansial dan teknologi, replikasi proyek di sektor manufaktur lebih memungkinkan. Hal ini menjadi contoh model keberlanjutan energi terbarukan yang dapat diadopsi di berbagai pabrik di Indonesia.

Selain itu, kolaborasi memungkinkan pemanfaatan teknologi PLTS terkini. Inovasi ini meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi energi surya. Dengan dukungan mitra global, PT Industri Karet Deli mampu menghadirkan solusi energi bersih dengan standar internasional.

Peresmian dan Dukungan Pemerintah

Sejumlah perwakilan pemerintah daerah, PLN, dan Uni Eropa hadir dalam peresmian proyek. Kehadiran pihak pemerintah daerah menandai dukungan pada pengembangan energi terbarukan di sektor manufaktur. Proyek ini diharapkan menjadi contoh sukses yang dapat menginspirasi industri lain untuk mengadopsi energi hijau.

Meskipun demikian, tantangan utama adalah mendorong replikasi PLTS atap di seluruh sektor industri. Investasi awal masih relatif besar dan belum seluruhnya ekonomis tanpa skema pembiayaan kompetitif. Pemerintah dan sektor swasta perlu menyusun insentif agar proyek serupa dapat lebih mudah direalisasikan.

Selain itu, peran pemerintah penting untuk mendorong kebijakan ramah energi terbarukan. Subsidi, insentif pajak, atau skema kemitraan dapat mempercepat adopsi PLTS industri. Dukungan regulasi yang jelas akan membuat investasi energi surya lebih menarik dan berkelanjutan.

Proyeksi Masa Depan dan Kemandirian Energi

PT Industri Karet Deli menargetkan PLTS atap ini menjadi langkah awal menuju ketahanan energi mandiri. Dengan kapasitas 10 MWp, sebagian besar kebutuhan listrik operasional pabrik dapat dipenuhi. Penggunaan energi bersih secara konsisten diharapkan menurunkan biaya operasional sekaligus jejak karbon perusahaan.

Investasi ini juga membuka peluang ekspansi PLTS di fasilitas lain milik IKD. Dengan pertumbuhan produksi dan teknologi surya yang lebih efisien, kapasitas PLTS bisa ditingkatkan. Hal ini mendukung target perusahaan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan memperkuat posisi sebagai industri manufaktur berkelanjutan.

Ke depannya, PLTS ini berpotensi menjadi contoh keberhasilan adopsi energi bersih di industri manufaktur nasional. PT Industri Karet Deli tidak hanya menekan biaya, tetapi juga memperkuat reputasi sebagai perusahaan inovatif dan ramah lingkungan. Penerapan teknologi ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri hijau di Indonesia secara lebih luas.

Dengan strategi ini, IKD membuktikan bahwa sektor manufaktur dapat menggabungkan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. PLTS 10 MWp menjadi simbol integrasi teknologi, ekonomi, dan tanggung jawab lingkungan. 

Langkah ini membuka jalan bagi industri lain untuk mengikuti jejak perusahaan dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index