Bank Indonesia

Pernyataan Bank Indonesia Terkait Ketahanan Fundamental Sektor Keuangan Nasional Pasca Revisi Rating

Pernyataan Bank Indonesia Terkait Ketahanan Fundamental Sektor Keuangan Nasional Pasca Revisi Rating
Pernyataan Bank Indonesia Terkait Ketahanan Fundamental Sektor Keuangan Nasional Pasca Revisi Rating

JAKARTA - Bank Indonesia memberikan respons tegas terkait langkah lembaga pemeringkat internasional Moody’s yang melakukan penyesuaian terhadap peringkat kredit atau rating Republik Indonesia.

Otoritas moneter menekankan bahwa kondisi pondasi ekonomi dalam negeri saat ini masih berada dalam posisi yang sangat solid dan mampu menghadapi berbagai dinamika pasar global.

Langkah ini diambil untuk memberikan ketenangan bagi para investor serta memastikan bahwa sistem keuangan nasional memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam merespons penilaian pihak eksternal.

Penegasan Bank Indonesia Mengenai Stabilitas Makroekonomi Nasional

Melalui keterangan resminya pada Jumat 6 Februari 2026 pihak bank sentral menyatakan bahwa seluruh indikator utama ekonomi makro masih menunjukkan performa yang sangat positif dan terjaga.

Meskipun terdapat penyesuaian pandangan dari lembaga pemeringkat namun realitas di lapangan memperlihatkan bahwa tingkat inflasi tetap terkendali serta cadangan devisa masih berada pada level yang sangat memadai.

Pemerintah dan otoritas terkait terus melakukan sinergi kebijakan yang sangat erat guna memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi tetap berjalan sesuai dengan jalur yang telah direncanakan sebelumnya.

Keyakinan ini didasarkan pada data pertumbuhan domestik yang tetap stabil serta daya beli masyarakat yang masih menunjukkan tren penguatan di tengah berbagai tantangan yang datang dari luar.

Evaluasi Terhadap Keputusan Lembaga Pemeringkat Internasional Moody’s

Keputusan yang dikeluarkan pada Jumat 6 Februari 2026 tersebut dipandang sebagai bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan lembaga internasional terhadap risiko kredit di berbagai negara berkembang secara menyeluruh.

Bank Indonesia menilai bahwa fokus penilaian seringkali sangat dipengaruhi oleh sentimen global jangka pendek yang tidak selalu mencerminkan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka waktu yang panjang.

Setiap masukan dari lembaga internasional tetap dijadikan bahan evaluasi internal namun fokus utama pemerintah tetap pada penguatan sektor riil serta penyempurnaan struktur fiskal yang jauh lebih mandiri.

Pihak regulator memastikan bahwa mekanisme pasar keuangan tetap beroperasi dengan sangat normal dan tidak ditemukan adanya gejolak yang mengkhawatirkan pasca pengumuman revisi rating yang dilakukan oleh pihak Moody’s.

Kekuatan Sektor Perbankan Dan Likuiditas Pasar Keuangan Domestik

Pada Jumat 6 Februari 2026 disampaikan pula bahwa rasio kecukupan modal perbankan nasional masih berada di atas standar internasional yang menunjukkan kesehatan industri keuangan yang sangat baik.

Likuiditas di pasar uang juga dilaporkan masih sangat melimpah sehingga aktivitas penyaluran kredit untuk mendukung sektor usaha tetap dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala yang berarti.

Ketahanan perbankan dalam menghadapi risiko pasar telah teruji melalui berbagai simulasi tekanan yang dilakukan secara berkala oleh otoritas pengawas keuangan guna menjamin keamanan simpanan milik nasabah.

Kondisi ini menjadi bukti bahwa ekosistem keuangan di Indonesia telah memiliki sistem proteksi yang sangat matang dalam menghadapi perubahan persepsi risiko yang datang dari para pelaku pasar luar negeri.

Strategi Menjaga Kepercayaan Investor Dan Stabilitas Nilai Tukar

Bank Indonesia berkomitmen untuk tetap berada di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap bergerak sesuai dengan nilai fundamentalnya di tengah adanya perubahan rating tersebut.

Komunikasi yang transparan dengan para pelaku pasar terus ditingkatkan pada Jumat 6 Februari 2026 agar tidak terjadi salah interpretasi yang dapat memicu volatilitas harga aset keuangan secara berlebihan.

Pemerintah juga terus mendorong berbagai reformasi struktural guna meningkatkan daya saing investasi di tanah air sehingga aliran modal asing diperkirakan akan tetap masuk ke pasar domestik.

Melalui konsistensi kebijakan dan penguatan fundamental diharapkan Indonesia dapat segera memperbaiki kembali peringkat kreditnya di mata dunia internasional dalam waktu yang tidak terlalu lama ke depannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index