JAKARTA - Kepedulian terhadap tanah kelahiran bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri lokal.
Muhammad Suryo, CEO Surya Group, membuktikan hal ini dengan membangun pabrik rokok baru di Lampung Timur. Langkah ini tidak hanya menandai ekspansi bisnis, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.
Pabrik seluas dua hektare itu dibangun di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, dan ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Suryo menegaskan, proses pembangunan pabrik sudah berjalan, dengan target Maret selesai dan April dimulai perekrutan karyawan. “\
Targetnya Maret pabrik sudah jadi dan April mulai perekrutan karyawan, kita membutuhkan 3000 tenaga kerja,” ujarnya.
Selain Suryo, jumpa pers juga dihadiri seluruh personel Slank: Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka. Konser Hey Slank X HS di Bandar Lampung ini menjadi ajang hiburan gratis sekaligus perkenalan pabrik baru HS kepada masyarakat. Pemilihan Lampung sebagai lokasi tidak hanya karena akar kelahiran Suryo, tetapi juga sebagai upaya memberikan dampak positif bagi daerah.
Kontribusi Sosial dan Ekonomi Melalui Pabrik Baru
Pendirian pabrik HS di Lampung Timur diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Suryo menegaskan, tujuan utamanya adalah melihat daerah kelahirannya berkembang dan warganya memiliki kesempatan bekerja tanpa harus merantau jauh.
“Sejak saya kecil dulu di sana tingkat penganggurannya tinggi, teman-teman saya dulu banyak merantau di Jakarta. Maka biar teman-teman di sana bisa bekerja, saya ingin berkontribusi dengan pabrik HS,” ujarnya. Dengan strategi ini, keberadaan pabrik bukan hanya sekadar fasilitas industri, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat.
Pendekatan ini juga menciptakan efek berantai bagi UMKM lokal, karena sejumlah produk dari komunitas Slankerspreneur akan ditampilkan dalam perhelatan konser, termasuk kaset, merchandise resmi, kuliner, dan produk gaya hidup buatan Slankers. Hal ini menunjukkan integrasi industri dengan komunitas lokal dalam meningkatkan ekonomi kreatif.
Pengalaman dan Filosofi Perekrutan Karyawan
Muhammad Suryo memulai kariernya dari nol, dan filosofi itu tercermin dalam pola perekrutan karyawan pabrik HS. Ia tidak mensyaratkan ijazah, batas usia, maupun pengalaman kerja, yang terpenting adalah kemauan belajar. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin membangun karier tanpa terkendala latar belakang pendidikan.
“Kita banyak orang menganggur karena terbentur pengalaman kerja, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” ujarnya.
Strategi ini sebelumnya diterapkan di pabrik HS Muntilan, Kabupaten Magelang, yang dimulai dengan hanya 30 buruh linting dan berkembang pesat hingga saat ini.
Selain itu, warga sekitar pabrik menjadi prioritas utama, termasuk pekerja disabilitas. Para karyawan akan dilatih oleh tenaga profesional, mulai dari pemilihan daun tembakau, melinting, hingga standar mutu rokok. Selama proses pelatihan, mereka menerima uang saku tiga ratus ribu rupiah, sebagai bentuk penghargaan dan dukungan agar merasa dihargai sejak hari pertama.
Kolaborasi Dengan Konser dan Dampak Budaya
Konser Hey Slank X HS menjadi momen strategis untuk memperkenalkan pabrik baru sekaligus menghibur masyarakat. Kehadiran band Slank di Lampung, yang sudah lama tidak tampil di sana, menambah nilai hiburan dan interaksi antara komunitas dan bisnis.
“Kita sudah lama banget tidak main di Lampung. Maka kita sangat berterimakasih pada HS yang menarik kita ke sini,” kata Kaka.
Bimbim menambahkan, dukungan Slank bukan hanya karena aspek komersial, tetapi juga sebagai gerakan sosial untuk membantu masyarakat.
“Saya melihat HS bukan hanya bisnis, tapi movement. Indonesia ekonomi lagi susah, tahun 2026 ini banyak orang tidak kerja, makanya kita dukung HS yang buka pabrik dimana-mana agar teman-teman bisa kerja,” ujarnya.
Selama jumpa pers, Ivanka sempat bercanda meminta kuota karyawan pabrik HS Lampung untuk Slankers yang belum bekerja. Suryo menanggapi serius, memastikan semua yang berminat bisa mendaftar. “Oh iya, disediakan kuota, teman-teman Slanker yang mau bekerja tentu boleh mendaftar,” ujarnya, disambut tawa seluruh personel Slank.
Langkah Suryo membangun pabrik di tanah kelahiran membuktikan bahwa kesuksesan bisnis dapat dipadukan dengan kepedulian sosial. Dampak nyata dari pabrik ini tidak hanya mencakup sektor ekonomi, tetapi juga budaya, pemberdayaan masyarakat, dan kesempatan kerja yang luas bagi generasi lokal. Strategi ini menjadi model inspiratif bagaimana pengusaha bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mengembangkan usaha.