Pramono

Pramono: TransJakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Secara Signifikan

Pramono: TransJakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Secara Signifikan
Pramono: TransJakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Secara Signifikan

JAKARTA - Peningkatan transportasi publik bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Di Jakarta, kontribusi TransJakarta terhadap perekonomian ibu kota kini menjadi sorotan, karena layanan bus milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini dinilai memberikan dampak ekonomi signifikan mencapai puluhan triliun rupiah. 

Kesadaran ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan warga akan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.

TransJakarta Memberikan Dampak Ekonomi Signifikan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan apresiasinya atas kinerja TransJakarta. Menurutnya, perusahaan ini berhasil menghadirkan kontribusi besar bagi perekonomian Jakarta, mencapai nominal Rp73,8 triliun.

“Dengan capaian tersebut, TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta. Bahkan, berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujar Pramono.

TransJakarta saat ini melayani sekitar 1,4 juta penumpang setiap hari. Dampak ekonomi yang dihasilkan juga tidak main-main. Setiap Rp1 triliun investasi pada sektor transportasi melalui TransJakarta diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. 

Hal ini menunjukkan bahwa layanan publik strategis dapat menjadi pengungkit ekonomi yang nyata.

Peningkatan Layanan dan Disiplin Operasional

Pramono menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Keamanan, ketepatan waktu, dan disiplin operasional menjadi faktor utama agar layanan tetap optimal.

“Kami mendukung penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang lalai. Saya juga telah meminta Direktur Utama TransJakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran,” tegas Pramono.

Langkah ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga reputasi TransJakarta sebagai tulang punggung transportasi publik di ibu kota. Selain itu, kualitas layanan yang konsisten diyakini dapat memaksimalkan dampak ekonomi dari mobilitas masyarakat sehari-hari.

Dukungan Pemerintah Melalui PSO

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, turut menekankan dukungan legislatif terhadap penguatan transportasi publik. Salah satu bentuk dukungan ini diwujudkan melalui alokasi Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun, yang setara dengan sekitar 5,99 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Setiap Rp1 triliun PSO memberikan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. Ini merupakan bentuk imbal balik pemerintah kepada masyarakat atas kontribusi pajak, yang kami kembalikan dalam bentuk layanan transportasi publik,” ungkap Khoirudin.

Menurutnya, transportasi publik adalah salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga. Kehadiran layanan yang terjangkau dan berkualitas diyakini mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama bagi pekerja harian dan pelaku ekonomi informal yang sangat bergantung pada transportasi publik untuk mobilitas sehari-hari.

Transportasi Publik Sebagai Pengungkit Ekonomi Jakarta

Investasi dan pengembangan transportasi publik seperti TransJakarta tidak hanya berdampak pada kenyamanan penumpang, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Dari sisi industri, adanya peningkatan mobilitas memungkinkan distribusi barang dan jasa lebih efisien. Sementara itu, sektor jasa transportasi memperoleh tambahan pendapatan, yang kemudian berimbas pada konsumsi masyarakat.

“Momentum ini harus dijaga. Semakin besar TransJakarta, harapan publik pun semakin tinggi,” ujar Pramono. Pernyataan ini menekankan pentingnya kesinambungan pengembangan transportasi untuk memaksimalkan kontribusinya terhadap ekonomi ibu kota.

Dengan lebih dari satu juta penumpang per hari, dampak TransJakarta juga terlihat dalam pengurangan kemacetan, efisiensi waktu tempuh, dan penghematan biaya transportasi bagi warga. Semua ini berkontribusi pada produktivitas ekonomi yang lebih tinggi, sehingga bukan sekadar layanan transportasi, tetapi juga instrumen ekonomi strategis.

Pemerintah provinsi dan legislatif DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan transportasi publik. Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap investasi di sektor transportasi dapat memberikan dampak ekonomi yang optimal.

Dengan demikian, TransJakarta bukan sekadar sarana transportasi, melainkan juga motor penggerak ekonomi Jakarta yang membawa manfaat luas bagi warga sekaligus memperkuat infrastruktur perkotaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index