Kurma

Benarkah Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dikonsumsi Saat Puasa?

Benarkah Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dikonsumsi Saat Puasa?
Benarkah Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dikonsumsi Saat Puasa?

JAKARTA - Meski dikemas rapi, kurma melewati berbagai tahap sebelum sampai ke konsumen, mulai dari panen, penyortiran, hingga pengemasan. 

Di setiap tahap tersebut, kurma berpotensi disentuh atau terpapar debu dan kotoran. Selain itu, beberapa produsen menambahkan sirup atau minyak agar kurma tampak mengkilap dan tidak kering. Lapisan ini memang aman, tetapi dapat meninggalkan sisa lengket yang lebih baik dibersihkan.

Proses pengeringan di ruang terbuka juga memungkinkan debu menempel di permukaan. Jadi, meskipun kurma terlihat bersih dan higienis, ada partikel halus yang tidak terlihat mata. 

Membersihkan kurma sebelum dimakan membantu memastikan buah ini lebih aman dan nyaman dikonsumsi, apalagi kurma biasanya dimakan langsung tanpa proses pemanasan.

Cara Mencuci Kurma dengan Benar

Membersihkan kurma ternyata tidak sulit dan tidak memakan waktu lama. Pertama, masukkan kurma ke dalam saringan, lalu bilas di bawah air mengalir. Pastikan seluruh permukaan kurma terkena air.

Jika kurma terasa sangat lengket atau terlihat berdebu, bisa direndam dalam air bersih selama 5 hingga 10 menit. Setelah direndam, bilas kembali dengan air mengalir hingga bersih. Langkah terakhir adalah meniriskan kurma dan mengeringkannya dengan tisu dapur atau lap bersih jika tidak langsung dikonsumsi.

Metode ini sederhana tetapi efektif untuk menghilangkan residu, debu, dan lapisan lengket yang mungkin menempel. Dengan begitu, kurma siap disantap tanpa khawatir tersisa partikel yang tidak diinginkan.

Manfaat Mencuci Kurma Sebelum Dimakan

Membilas kurma sebelum disantap bukan sekadar kebiasaan higienis, tetapi juga langkah penting untuk menjaga kesehatan. Kurma biasanya dimakan langsung tanpa dimasak, sehingga segala kotoran atau residu yang menempel bisa ikut tertelan jika tidak dibersihkan.

Selain menjaga kebersihan, mencuci kurma juga membuat rasa lebih segar dan teksturnya lebih alami. Lapisan minyak atau sirup yang menempel sering membuat kurma terasa lengket di tangan, dan membilasnya membantu mengurangi sensasi itu. Praktik sederhana ini memastikan buah tetap lezat dan aman, terutama saat dinikmati sebagai menu pembuka puasa.

Menjaga kebersihan kurma bisa menjadi kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi kesehatan. Langkah ini tidak memerlukan waktu lama, tetapi memberikan rasa aman saat mengonsumsi kudapan manis yang populer di bulan Ramadan.

Tips Menikmati Kurma Secara Sehat

Selain mencuci, memperhatikan jumlah konsumsi kurma juga penting. Kurma kaya gula alami dan energi, sehingga cocok sebagai sumber cepat energi saat berbuka puasa. Namun, konsumsi berlebihan bisa menambah asupan kalori yang tidak dibutuhkan. Mengombinasikan kurma dengan air putih atau teh tawar dapat membantu menyeimbangkan asupan gula.

Selain itu, memilih kurma dengan kualitas baik, yang tidak rusak atau lembek berlebihan, dapat meningkatkan pengalaman berbuka puasa. Menyimpan kurma di tempat bersih dan tertutup juga menjaga kualitas dan kesegarannya hingga saat disantap.

Dengan langkah sederhana mencuci kurma, kita tidak hanya menjaga kebersihan makanan, tetapi juga menambah kenyamanan dan rasa aman saat berbuka puasa bersama keluarga. Praktik ini sebaiknya menjadi kebiasaan rutin, apalagi di bulan Ramadan, ketika kurma hampir selalu hadir di meja makan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index