JAKARTA - Masyarakat kini dapat menukarkan limbah minyak goreng atau jelantah menjadi saldo tunai bernilai ekonomi tinggi melalui pemanfaatan fitur terbaru pada aplikasi MyPertamina.
Langkah inovatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT Pertamina Patra Niaga dengan berbagai pihak pengelola limbah untuk mendorong terciptanya ekosistem lingkungan yang jauh lebih bersih.
Program yang baru saja diluncurkan di wilayah Yogyakarta ini mengajak warga untuk tidak lagi membuang sisa minyak goreng ke saluran air yang dapat merusak lingkungan serta ekosistem air.
Hingga Rabu 25 Februari 2026 antusiasme warga mulai terlihat seiring dengan sosialisasi masif mengenai tata cara konversi limbah rumah tangga menjadi keuntungan finansial yang sangat praktis sekali.
Melalui aplikasi tersebut, setiap liter jelantah yang dikumpulkan akan dikonversi menjadi poin atau saldo digital yang dapat digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan produk energi Pertamina setiap hari.
Inisiatif ini menjadi solusi ganda bagi masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dapur sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan di tengah kondisi ekonomi yang sangat dinamis saat ini.
Mekanisme Penukaran Limbah Melalui Fitur Aplikasi MyPertamina
Peserta program ini hanya perlu melakukan pendaftaran melalui aplikasi MyPertamina dan memastikan data diri mereka telah terverifikasi agar dapat mengakses menu pengelolaan limbah minyak goreng secara mandiri.
Warga dapat mendatangi titik pengumpulan atau drop point yang telah ditentukan, biasanya berlokasi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau kantor pemerintahan daerah yang bekerja sama resmi.
Petugas di lokasi akan melakukan pengukuran volume minyak jelantah yang dibawa oleh warga menggunakan alat ukur yang sangat akurat guna memastikan jumlah kompensasi yang akan diterima nantinya.
Setelah proses penimbangan selesai, petugas akan melakukan pemindaian kode unik pada aplikasi milik warga dan secara otomatis saldo akan masuk ke dalam akun MyPertamina dalam waktu singkat.
Sistem digital ini menjamin transparansi setiap transaksi sehingga masyarakat merasa aman dan percaya bahwa limbah yang mereka setorkan dihargai sesuai dengan nilai pasar yang telah disepakati bersama.
Kemudahan prosedur ini sengaja dirancang agar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner mikro, dapat berpartisipasi aktif dalam gerakan ekonomi sirkular lokal.
Upaya Pelestarian Lingkungan Melalui Pengolahan Jelantah Berkelanjutan
Minyak jelantah yang terkumpul dari masyarakat tidak akan dibuang begitu saja, melainkan akan diproses kembali menjadi bahan bakar nabati yang jauh lebih ramah lingkungan serta memiliki emisi rendah.
Dengan menukarkan jelantah, masyarakat secara langsung berkontribusi dalam mengurangi penyumbatan saluran drainase kota yang selama ini sering diakibatkan oleh pembuangan limbah minyak secara sembarangan oleh warga sekitar.
Pihak pengelola limbah memastikan bahwa proses pengolahan dilakukan dengan standar teknologi tinggi untuk menghasilkan produk energi baru terbarukan yang dapat bermanfaat kembali bagi mobilitas transportasi masyarakat luas.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tanah di wilayah Yogyakarta menjadi motivasi utama di balik peluncuran program konversi limbah menjadi rupiah yang sangat bermanfaat bagi warga.
Edukasi mengenai bahaya kesehatan jika minyak jelantah digunakan secara berulang-ulang juga terus disampaikan kepada warga agar mereka lebih memilih untuk menukarkannya daripada mengonsumsinya kembali secara terus menerus.
Gerakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menangani permasalahan limbah rumah tangga dengan pendekatan ekonomi yang sangat menarik serta edukatif bagi semua rakyat.
Dampak Ekonomi Positif Bagi Rumah Tangga Di Yogyakarta
Nilai ekonomi yang ditawarkan dari setiap liter minyak jelantah dinilai cukup kompetitif dan mampu memberikan bantuan tambahan bagi kebutuhan dapur warga yang rutin melakukan aktivitas memasak setiap harinya.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kuliner, program ini menjadi peluang besar untuk mendapatkan efisiensi biaya operasional melalui penjualan limbah produksi yang selama ini terbuang.
Saldo yang terkumpul di dalam aplikasi MyPertamina dapat digunakan untuk membeli bahan bakar kendaraan ataupun produk gas elpiji, sehingga beban pengeluaran rutin rumah tangga bisa menjadi jauh lebih ringan.
Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini karena sejalan dengan program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan lingkungan yang sedang digalakkan di seluruh wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kehadiran program ini juga memicu munculnya kelompok-kelompok pengumpul jelantah di tingkat rukun tetangga yang secara kolektif mengumpulkan limbah untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kas warga.
Transformasi limbah menjadi rupiah membuktikan bahwa dengan inovasi digital yang tepat, permasalahan lingkungan dapat diselesaikan sekaligus memberikan kesejahteraan ekonomi yang nyata bagi seluruh masyarakat yang terlibat di dalamnya.
Kolaborasi Strategis Pertamina Dan Pemerintah Daerah Setempat
Pelaksanaan program ini melibatkan sinergi yang kuat antara pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dengan pemerintah daerah guna memastikan distribusi titik pengumpulan merata di pelosok desa.
Dukungan regulasi dari pemerintah sangat diperlukan agar tata kelola pengumpulan limbah jelantah tetap berada di bawah pengawasan otoritas lingkungan hidup serta tidak terjadi praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
Sosialisasi di tingkat kelurahan dilakukan secara intensif agar masyarakat memahami betul manfaat jangka panjang dari program ini bagi kesehatan keluarga serta keasrian lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing setiap saat.
Pihak Pertamina juga berencana terus menambah jumlah armada pengangkut jelantah serta titik drop point di berbagai SPBU strategis guna mempermudah akses warga yang tinggal jauh dari pusat kota Yogyakarta.
Monitoring dan evaluasi terhadap volume limbah yang terkumpul akan dilakukan setiap bulan untuk mengukur efektivitas program dalam mengurangi beban polusi minyak di aliran sungai besar wilayah Yogyakarta tersebut.
Keberhasilan program ini diharapkan mampu meningkatkan loyalitas konsumen terhadap penggunaan aplikasi MyPertamina yang kini tidak hanya berfungsi untuk transaksi energi, tetapi juga sebagai alat pelestarian lingkungan hidup.
Visi Masa Depan Energi Hijau Dan Ekonomi Sirkular
Program penukaran jelantah melalui MyPertamina merupakan bagian dari peta jalan besar perusahaan energi nasional dalam mendukung transisi menuju penggunaan energi hijau yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi rakyat.
Pemanfaatan limbah sebagai bahan baku biofuel menunjukkan komitmen Indonesia dalam memenuhi target pengurangan emisi karbon dunia melalui optimalisasi sumber daya lokal yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.
Masyarakat Yogyakarta kini menjadi pelopor dalam budaya mengelola limbah menjadi aset yang berharga, yang jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak luar biasa bagi kesehatan ekosistem bumi kita.
Semakin banyak warga yang berpartisipasi, maka semakin besar pula kapasitas produksi bahan bakar nabati nasional yang dapat dihasilkan dari tangan-tangan kreatif masyarakat rumah tangga di seluruh penjuru negeri.
Pemerintah optimis bahwa ekonomi sirkular berbasis digital ini akan menjadi tren baru yang mendominasi pola hidup masyarakat modern di masa depan yang lebih peduli terhadap keberlangsungan alam semesta kita.
Mari kita dukung gerakan ini dengan mulai mengumpulkan sisa minyak goreng di rumah masing-masing dan segera menukarkannya melalui aplikasi MyPertamina demi Yogyakarta yang lebih hijau dan sejahtera.