JAKARTA - Alih-alih sekadar langkah simbolik, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional kian dipandang sebagai strategi diplomasi yang berani dan berdampak.
Di tengah sorotan dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza, partisipasi aktif Indonesia dinilai memperkuat posisi negara ini sebagai aktor yang konsisten memperjuangkan perdamaian berkelanjutan. Perspektif ini mengemuka seiring apresiasi para pemimpin nasional terhadap langkah diplomatik yang diambil pemerintah.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sebagai bentuk keberanian diplomasi. Menurut Muzani, bergabungnya Indonesia di BoP menjadi satu hal penting bagi perdamaian di Gaza.
“Keikutsertaan kita dalam BoP saya kira menjadi salah satu hal yang penting bagi perdamaian di Palestina termasuk di Gaza. Masyarakat Gaza sekarang bersyukur ada perdamaian sehingga mereka bisa menikmati bulan Ramadan ini,” kata Muzani.
Keberanian Diplomasi Indonesia Di Forum Perdamaian
Muzani memandang langkah Indonesia bergabung dalam BoP sebagai terobosan diplomatik yang patut diapresiasi. Keikutsertaan ini dinilai mencerminkan keberanian mengambil peran lebih aktif dalam upaya internasional mendorong stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik di Gaza.
Di mata Muzani, langkah tersebut bukan sekadar simbol kehadiran, melainkan bagian dari strategi untuk memastikan suara kemanusiaan Indonesia terdengar dalam forum global.
Ia menilai rencana pembangunan kembali Gaza merupakan satu upaya konkret untuk membebaskan Palestina dari Israel. Terobosan ini, katanya, juga membawa nama baik Indonesia di mata internasional.
“Tentu ini adalah sebuah upaya diplomasi yang luar biasa. Kita bersyukur ada keberanian dalam berdiplomasi dari Presiden Prabowo di bawah pemerintahan beliau, langkah ini bisa menjadi sesuatu yang membanggakan,” sebutnya.
Pandangan ini menegaskan bahwa diplomasi aktif dinilai relevan dalam mengangkat peran Indonesia di panggung dunia.
Lebih jauh, keberanian diplomasi tersebut dipandang sebagai bentuk konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berpihak pada kemanusiaan.
Dengan terlibat langsung dalam mekanisme perdamaian, Indonesia menempatkan diri sebagai mitra strategis yang tidak hanya menyuarakan kepedulian, tetapi juga berkontribusi pada proses konkret menuju stabilitas kawasan.
Apresiasi Terhadap Kepemimpinan Presiden Prabowo
Muzani juga menanggapi sejumlah kesepakatan Indonesia dengan Amerika Serikat yang baru saja diteken dan meresponsnya secara positif. Ia menilai ada sejumlah hal yang akan menguntungkan Indonesia.
“Kalau kita perhatikan apa yang dihasilkan oleh Presiden Prabowo dalam perjalanannya ke Washington sangat bagus, menggembirakan karena pertama misalnya akan ada rencana investasi dari Amerika untuk berbagai bidang industri lainnya dengan nilai yang cukup besar,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kembali optimisme atas perkembangan upaya kemanusiaan dan perdamaian di Gaza usai rapat perdana BoP atau Dewan Keamanan. Ia menyebut perlunya tekad agar perdamaian bisa terjadi di Palestina.
“Ya, Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” kata Prabowo.
Prabowo menilai sejumlah kemajuan telah dicapai, khususnya dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza. Ia juga menegaskan aliran bantuan makanan dan kebutuhan dasar bagi masyarakat Gaza saat ini berada pada tingkat yang tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir.
“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” imbuhnya.
Kemajuan Bantuan Kemanusiaan Untuk Gaza
Penekanan pada peningkatan bantuan kemanusiaan menunjukkan bahwa diplomasi tidak berhenti pada pernyataan politik, melainkan diikuti oleh dukungan nyata bagi warga sipil.
Menurut Prabowo, distribusi bantuan yang lebih lancar memberi harapan bagi masyarakat Gaza untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak, termasuk dalam menjalani ibadah Ramadan.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa berbagai tantangan masih membentang di depan. Upaya mencapai perdamaian, katanya, membutuhkan tekad kuat dan kewaspadaan terhadap berbagai hambatan.
Pandangan ini menempatkan proses perdamaian sebagai perjalanan panjang yang memerlukan konsistensi dukungan politik dan kemanusiaan dari berbagai pihak.
Penyaluran bantuan yang meningkat juga dinilai sebagai indikator penting dari efektivitas koordinasi internasional. Dengan keterlibatan Indonesia dalam BoP, saluran bantuan kemanusiaan diharapkan dapat terus terjaga dan diperluas, sehingga kebutuhan dasar masyarakat Gaza dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan Negara Muslim Untuk Perdamaian
Tak hanya itu, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia bersama negara-negara Muslim lainnya untuk mendorong tercapainya perdamaian yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
“Tapi ya, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina. Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” lanjut dia.
Komitmen tersebut mempertegas konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berpihak pada kemanusiaan. Dengan terus menjaga komunikasi dan kerja sama dengan mitra internasional, Indonesia berupaya menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam upaya menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.
Dalam konteks ini, keikutsertaan di BoP dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat kontribusi Indonesia terhadap agenda perdamaian global.