JAKARTA - Ramadan 2026 telah tiba dan umat Muslim bersiap menjalankan ibadah puasa.
Suasana malam pertama terasa berbeda dengan masjid yang kembali ramai. Saf-saf dirapatkan, lantunan ayat suci terdengar lebih panjang dari biasanya, menandai semangat ibadah di bulan suci.
Salat Tarawih menjadi ibadah paling identik dengan Ramadan. Waktunya dimulai setelah salat Isya hingga menjelang fajar. Karena hanya ada di bulan Ramadan, banyak yang menantikannya dengan penuh antusiasme.
Pelaksanaan Tarawih beragam, namun tujuannya sama: menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah. Sebagian masyarakat melaksanakan delapan rakaat Tarawih yang dibagi dua kali empat rakaat, lalu ditutup tiga rakaat Witir. Ada pula yang memilih dua rakaat salam hingga delapan atau dua puluh rakaat, kemudian menutupnya dengan satu rakaat Witir.
Landasan dan Sunnah Tarawih
Model salat Tarawih ini merujuk pada kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW. Hadits sahih dari Aisyah menjelaskan pola salat malam tersebut. Perbedaan jumlah rakaat bukan masalah, karena inti ibadah adalah menghidupkan malam dengan berdoa dan membaca Al-Qur’an.
Salat Tarawih dapat dilakukan berjamaah di masjid atau sendirian di rumah. Niat bagi imam berbeda dengan makmum atau yang salat sendiri. Meski berbeda posisi, tujuan tetap sama: menghadapkan diri kepada Allah SWT dan menunaikan sunnah Tarawih.
Dengan memahami sunnah, umat Muslim dapat menyesuaikan jumlah rakaat sesuai kemampuan. Selain itu, memahami tata cara salat Tarawih membantu meningkatkan kekhusyukan ibadah. Hal ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT setiap malam Ramadan.
Tata Cara Salat Tarawih
Berikut urutan pelaksanaan Tarawih yang lazim di masyarakat. Pertama, mengucapkan niat salat Tarawih sesuai posisi sebagai imam atau makmum. Kedua, niat di dalam hati sebelum takbiratul ihram diucapkan.
Ketiga, membaca Surat Al-Fatihah saat takbiratul ihram. Keempat, membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an. Kelima, rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan duduk sejenak sebelum bangkit ke rakaat berikutnya.
Rakaat kedua dilaksanakan dengan gerakan sama seperti rakaat pertama. Salam dilakukan pada rakaat kedua jika mengikuti pola dua rakaat-dua rakaat. Jika mengikuti pola empat rakaat-empat rakaat, salam dilakukan setelah rakaat keempat.
Niat Salat Tarawih dan Witir
Berikut bacaan niat Tarawih untuk berjamaah dua rakaat:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Untuk salat sendiri (munfarid) dua rakaat:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Sebagai imam dua rakaat:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Untuk salat Witir, niat satu rakaat:
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat salat Witir satu rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat salat Witir tiga rakaat:
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya berniat salat Witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum atau imam karena Allah Ta’ala.”
Pelaksanaan dan Tips Kekhusyukan
Salat Tarawih dan Witir dapat dilaksanakan di rumah maupun masjid. Bagi yang berjamaah, pastikan posisi imam dan makmum benar. Sementara yang salat sendiri, fokuskan niat dan bacaan dengan khusyuk untuk mendapatkan pahala maksimal.
Durasi bacaan Al-Qur’an bisa disesuaikan kemampuan. Tidak perlu terburu-buru, yang penting memahami ayat dan khidmat ibadah. Membaca doa dan dzikir di sela-sela rakaat menambah kekhusyukan hati.
Khusyuk dapat ditingkatkan dengan menata lingkungan salat. Pastikan tempat bersih dan nyaman, jauh dari gangguan suara. Menyediakan sajadah dan Al-Qur’an yang rapi membantu memusatkan perhatian pada ibadah.
Makna Ibadah Tarawih di Ramadan
Salat Tarawih bukan sekadar rutin, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menghidupkan malam, hati menjadi tenang dan iman bertambah. Tarawih dan Witir juga menjadi sarana menenangkan diri setelah berpuasa seharian.
Kebiasaan ini meneladani Rasulullah SAW. Menjalankan salat malam selama Ramadan mendatangkan pahala dan keberkahan. Melalui Tarawih dan Witir, setiap Muslim memperkuat hubungan spiritual dan meningkatkan kualitas ibadah puasa.