Mendagri

Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Bersama Presiden Prabowo

Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Bersama Presiden Prabowo
Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Bersama Presiden Prabowo

JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta, saat ribuan jamaah memadati kawasan tersebut dalam rangka Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025–2030. Acara ini menjadi momentum penting yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat pesan kebangsaan dan persatuan umat.

Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap peran strategis Majelis Ulama Indonesia. 

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian turut hadir mendampingi Presiden dalam acara yang mengusung tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” tersebut.

Pengukuhan pengurus MUI kali ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai tantangan bangsa ke depan. Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan kebencanaan yang dihadapi Indonesia, peran ulama dinilai semakin krusial dalam menjaga persatuan dan ketenangan umat.

Acara yang dihadiri puluhan ribu jamaah itu berlangsung penuh kekhidmatan, sekaligus menegaskan sinergi antara ulama dan umara sebagai fondasi kekuatan nasional.

Pengukuhan Pengurus MUI Di Masjid Istiqlal

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri langsung Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, 7 Februari 2026.

Selain dihadiri Presiden dan Mendagri, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih. Kehadiran para menteri memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mendukung peran MUI sebagai mitra strategis negara.

Pengurus MUI periode 2025–2030 secara resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, jajaran pejabat negara, serta puluhan ribu jamaah yang memenuhi area Masjid Istiqlal.

Momentum ini menjadi simbol kuat kebersamaan antara pemerintah dan ulama dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menghadapi tantangan moral, sosial, dan kemanusiaan.

Pesan Persatuan Dari Presiden Prabowo

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umat Islam sebagai fondasi kekuatan bangsa Indonesia. Ia menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir dan berdiri bersama para tokoh agama dalam acara tersebut.

“Hari ini saya sungguh merasa bahagia, sungguh merasa bersama Bapak-Ibu. Hari ini adalah lambang dari bersatunya ulama dan umara,” kata Presiden Prabowo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Presiden juga menyerukan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Menurutnya, persatuan merupakan kunci utama dalam melindungi rakyat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus meneguhkan komitmen dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan, serta tidak terpecah oleh perbedaan yang dapat melemahkan kekuatan nasional.

Komitmen Melawan Korupsi Dan Perpecahan

Presiden Prabowo juga menyoroti perlunya keberanian bersama dalam melawan korupsi, perpecahan, dan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut harus dilakukan demi masa depan generasi penerus bangsa.

“Menjadi bangsa yang bisa melindungi segenap rakyatnya,” ucap Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Menurutnya, perlindungan terhadap rakyat tidak hanya berbentuk kebijakan ekonomi atau keamanan, tetapi juga mencakup keteladanan moral dan integritas dari seluruh pemimpin bangsa.

Dalam konteks ini, Presiden menilai peran ulama sangat penting dalam membangun kesadaran moral masyarakat, sekaligus menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Peran Strategis MUI Dan Solidaritas Kebangsaan

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan peran strategis Majelis Ulama Indonesia sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas, ketenangan, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Presiden juga menyoroti peran MUI yang berada di garis depan dalam merespons berbagai situasi sulit, termasuk saat terjadi bencana di sejumlah daerah. Menurutnya, kontribusi MUI dalam membantu masyarakat terdampak bencana sangat berarti bagi upaya pemulihan nasional.

Kegiatan pengukuhan tersebut juga menjadi momentum penggalangan solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Senada dengan Presiden, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan kepada awak media usai acara bahwa pihaknya akan menyiapkan press release spesifik terkait perkembangan pemulihan pascabencana di Sumatera dengan menggandeng kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index