JAKARTA - Diabetes, sebuah kondisi yang memengaruhi cara tubuh mengelola glukosa, menjadi salah satu penyakit yang semakin banyak diderita oleh masyarakat.
Selama ini, kita seringkali mendengar bahwa makanan tinggi gula seperti donat, permen, atau soda adalah penyebab utama peningkatan gula darah yang berbahaya
. Namun, para ahli kesehatan baru-baru ini memberikan peringatan bahwa ada sejumlah makanan lain yang, meskipun terlihat sehat atau tidak berbahaya, justru dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih tinggi daripada gula putih itu sendiri.
Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi: Lebih Cepat Meningkatkan Gula Darah
Diabetes terkait erat dengan bagaimana tubuh kita memproses glukosa, dan hal ini bergantung pada bagaimana tubuh merespons insulin. Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup, sementara pada tipe 2, tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif. Dalam konteks ini, makanan yang kita konsumsi memainkan peran penting dalam mengatur kadar gula darah.
Indeks glikemik (GI) adalah sistem peringkat yang mengukur seberapa cepat karbohidrat dalam makanan memengaruhi kadar gula darah setelah dikonsumsi.
Makanan dengan GI tinggi akan menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat, sementara makanan dengan GI rendah akan melepaskan gula secara perlahan, yang lebih aman bagi penderita diabetes.
Beberapa makanan yang sering dianggap aman ternyata memiliki GI yang tinggi, dan mereka lebih cepat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan dengan gula pasir itu sendiri.
Roti Putih dan Nasi Putih: Dua Makanan yang Perlu Dihindari
Makanan pertama yang perlu diwaspadai adalah roti putih, yang terbuat dari tepung olahan. Meskipun banyak orang menganggap roti sebagai makanan yang cukup sehat, kenyataannya roti putih memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi.
Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan tepung yang menghilangkan sebagian besar serat alami. Roti putih cepat dicerna oleh tubuh dan menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Selain itu, nasi putih juga merupakan makanan yang berisiko tinggi dalam meningkatkan kadar gula darah. Nasi putih, terutama yang tidak mengandung banyak serat, memiliki dampak yang serupa dengan roti putih.
Saat dikonsumsi, nasi putih akan cepat dicerna dan diubah menjadi glukosa dalam tubuh, menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan.
Cornflakes dan Sereal Sarapan Olahan: Menyebabkan Kenaikan Gula Darah yang Cepat
Makanan lain yang sering dikonsumsi pada pagi hari adalah cornflakes dan sereal sarapan olahan. Meskipun mudah dan cepat disiapkan, banyak sereal sarapan yang mengandung banyak gula tambahan dan karbohidrat olahan, yang menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat.
Makanan ini biasanya memiliki indeks glikemik yang tinggi karena proses pengolahan yang sangat cepat, yang membuatnya cepat dicerna oleh tubuh.
Sebagian besar sereal sarapan olahan tidak mengandung banyak serat atau nutrisi lain yang dapat memperlambat penyerapan gula. Oleh karena itu, meskipun terlihat seperti pilihan yang praktis, sereal sarapan olahan justru dapat menjadi penyebab lonjakan gula darah yang merugikan bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko tinggi.
Kentang Goreng dan Mie Instan: Makanan yang Dapat Mengubah Karbohidrat Menjadi Glukosa dengan Cepat
Makanan yang digoreng, seperti kentang goreng, juga memiliki dampak yang sangat besar pada kadar gula darah.
Meskipun kentang sendiri mengandung karbohidrat kompleks yang lebih baik bagi tubuh, ketika digoreng, kentang tersebut berubah menjadi bentuk yang lebih cepat dicerna dan langsung diubah menjadi glukosa dalam tubuh. Proses penggorengan ini mengubah struktur kimiawi kentang, membuatnya lebih mudah untuk meningkatkan gula darah.
Selain kentang goreng, mie instan juga merupakan makanan yang perlu dihindari oleh penderita diabetes. Mie instan, yang telah melalui proses pengolahan tinggi, mengandung banyak karbohidrat olahan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi.
Proses pemasakan yang cepat dan penggunaan bahan pengawet membuat mie instan mudah dicerna dan cepat meningkatkan kadar gula darah.
Jus Buah: Kehilangan Serat yang Penting untuk Menstabilkan Gula Darah
Meskipun jus buah dianggap sebagai pilihan yang sehat, kenyataannya jus buah bisa memiliki dampak negatif terhadap kadar gula darah. Ketika buah diperas menjadi jus, serat alami yang penting untuk memperlambat penyerapan gula hilang.
Tanpa serat, gula dalam jus buah akan cepat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan lonjakan gula darah. Ini mengapa jus buah sering kali lebih berisiko bagi penderita diabetes dibandingkan dengan makan buah secara langsung.
Penyebab Gula Darah yang Mengejutkan
Selain makanan-makanan tersebut, ada beberapa faktor tak terduga yang dapat menyebabkan peningkatan gula darah, seperti yang dijelaskan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Stres, misalnya, dapat meningkatkan kadar gula darah, begitu juga dengan dehidrasi. Kurang tidur bahkan hanya satu malam bisa memengaruhi cara tubuh menggunakan insulin, yang berisiko meningkatkan gula darah.
Beberapa bahan kimia dalam semprotan hidung juga dapat memengaruhi hati, yang kemudian memproduksi lebih banyak gula darah. Semua faktor ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan dalam gaya hidup dan pola makan agar kadar gula darah tetap stabil, terutama bagi mereka yang memiliki risiko diabetes.
Pola Makan Tidak Sehat dan Penyakit Kronis
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pola makan yang tidak sehat adalah salah satu penyebab utama penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker.
Pola makan yang buruk ini menyebabkan peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular yang mencapai lebih dari 43 juta orang pada tahun 2021.
Dalam menghadapi diabetes, tidak hanya makanan tinggi gula yang perlu dihindari, tetapi juga makanan dengan indeks glikemik tinggi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah cepat.
Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan komposisi makanan dan bagaimana makanan tersebut mempengaruhi tubuh dalam jangka panjang.