Akses Layanan Publik Ketenagakerjaan Diperluas, Menaker Pastikan Semua Terlayani

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58:18 WIB
Akses Layanan Publik Ketenagakerjaan Diperluas, Menaker Pastikan Semua Terlayani

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik. 

Layanan seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja menjadi fokus utama. Tujuannya agar masyarakat dan pekerja dapat memperoleh layanan dengan cepat, mudah, dan optimal.

Menurut Yassierli, kualitas layanan sangat penting karena langsung menyangkut kebutuhan masyarakat. Layanan yang bermasalah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi berdampak pada akses masyarakat terhadap perlindungan ketenagakerjaan. 

“Saya menginginkan layanan tidak boleh bermasalah. Kondisi memang tidak mudah, dan saya tidak menginginkan masih ada layanan dan aplikasi yang bermasalah, yang down, serta kontak informasi yang tidak bisa dijangkau,” ujarnya.

Peningkatan aksesibilitas juga menjadi perhatian karena situasi ekonomi masih penuh tekanan. Negara dituntut hadir melalui layanan publik yang andal dan mudah dijangkau. Hal ini menjadi landasan bagi Kemnaker untuk memperbaiki layanan secara menyeluruh.

Koordinasi Internal dan Sinergi Unit Kerja

Yassierli menekankan pentingnya koordinasi antara berbagai unit kerja di lingkungan Kemnaker. Satu layanan publik kerap membutuhkan dukungan dari banyak unit, sehingga pembenahan harus dilakukan secara bersama. “Kita perkuat kementerian ini sebagai nice place to grow. Pascalebaran, kita perkuat kerja sama. Satu layanan didukung oleh banyak unit kerja, sehingga saya berharap hal-hal ini menjadi modal kita,” katanya.

Perbaikan internal ini bertujuan agar pelayanan tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap unit kerja diharapkan memperkuat komunikasi dan menyelaraskan sistem kerja. Dengan koordinasi yang baik, layanan publik dapat berjalan lebih efisien dan konsisten.

Selain itu, koordinasi juga membantu dalam pemantauan dan evaluasi layanan. Unit kerja dapat saling mendukung ketika ada kendala teknis maupun administratif. Hal ini mencegah gangguan yang berdampak pada masyarakat.

Efisiensi dan Layanan Ramah Lingkungan

Menaker juga mendorong penerapan pola kerja yang efisien dan ramah lingkungan. Efisiensi menjadi penting agar sumber daya kementerian dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, penerapan praktik hemat energi dapat menjadi contoh bagi instansi lain.

“Pembenahan internal perlu dilakukan seiring dengan tantangan global yang terus berubah, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis energi di sejumlah negara,” ujarnya. Upaya ini sejalan dengan misi Kemnaker untuk menghadirkan layanan publik modern dan berkelanjutan.

Penerapan sistem digital dan integrasi antarunit kerja menjadi bagian dari efisiensi. Proses administrasi dapat dipersingkat dan masyarakat lebih mudah mengakses layanan. Hal ini juga mengurangi biaya operasional serta meningkatkan kepuasan pengguna layanan.

Peningkatan Kualitas Layanan Publik

Menurut Yassierli, kualitas layanan publik tidak boleh menurun. Kemnaker harus memastikan masyarakat, terutama pekerja dan pencari kerja, tetap bisa mengakses layanan secara cepat dan pasti. Hal ini menjadi fokus utama dalam setiap perbaikan sistem dan prosedur kerja.

Layanan yang bermasalah dapat menimbulkan ketidakpuasan dan menghambat masyarakat. Oleh karena itu, setiap unit harus melakukan evaluasi rutin dan memastikan layanan tetap responsif. “Sebaliknya, Kemnaker harus memastikan masyarakat, terutama pekerja dan pencari kerja, tetap bisa mengakses layanan secara cepat, pasti, dan tanpa hambatan,” katanya.

Selain itu, inovasi layanan digital juga menjadi perhatian. Pemanfaatan aplikasi dan platform online mempermudah masyarakat dalam mengurus hak dan kewajiban ketenagakerjaan. Dengan kualitas layanan yang baik, Kemnaker dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.

Respons Terhadap Tantangan Global

Yassierli menekankan bahwa dinamika global menjadi pengingat untuk selalu meningkatkan layanan. Tekanan ekonomi, perubahan pasar tenaga kerja, dan krisis energi memengaruhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik. Oleh karena itu, Kemnaker harus selalu adaptif dan siap menghadapi tantangan tersebut.

Situasi global menuntut layanan publik lebih cepat, mudah, dan responsif. Semua unit kerja di Kemnaker diharapkan berperan aktif dalam menjaga kualitas layanan. Kolaborasi internal dan inovasi menjadi kunci agar masyarakat tetap mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan secara maksimal.

Menaker menutup pernyataannya dengan harapan agar semua jajaran Kemnaker bekerja optimal pascalebaran. Layanan publik yang efisien dan mudah diakses akan menjadi modal kuat untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas, Kemnaker siap menghadapi tantangan masa depan.

Terkini