JAKARTA - Pelaksanaan Siaga Hari Raya Idulfitri 1447 H resmi berakhir dengan sejumlah capaian menggembirakan.
Program ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik selama Lebaran 2026. Penutupan kegiatan tersebut juga menjadi momen evaluasi atas upaya yang telah dilakukan.
Kegiatan penutupan berlangsung di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta. Acara ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja bersama jajaran manajemen. Seluruh kepala kantor wilayah turut hadir dalam kesempatan tersebut.
PT Jasa Raharja resmi menutup Siaga Hari Raya Idulfitri 1447 H pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian kesiapsiagaan dalam mendukung kelancaran serta keselamatan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026. Penutupan ini juga menjadi refleksi atas berbagai upaya yang telah dilakukan selama periode tersebut.
Apresiasi untuk Dedikasi Seluruh Tim
Dalam arahannya, pimpinan Jasa Raharja menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perusahaan. Dedikasi dan kerja keras selama periode siaga menjadi kunci keberhasilan program. Hal ini menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Siaga Idulfitri bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Saya mengapresiasi seluruh insan Jasa Raharja yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Semangat kerja sama dan tanggung jawab menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Kehadiran negara melalui program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Upaya yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga operasional di lapangan. Hal ini memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Hasil Positif
Keberhasilan Siaga Lebaran 2026 tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Sinergi antara instansi pemerintah dan mitra menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek pelayanan dan pengawasan.
Menurut Awaluddin, keberhasilan pelaksanaan Siaga Idulfitri 2026 tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, hingga mitra rumah sakit menjadi bagian dari upaya bersama. Peran operator transportasi juga turut mendukung kelancaran program.
Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penanganan pascakecelakaan. Jasa Raharja juga menjalankan langkah preventif seperti edukasi keselamatan dan ramp check. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Berbagai langkah tersebut memberikan dampak nyata terhadap kondisi keselamatan. Data menunjukkan adanya penurunan jumlah kecelakaan selama periode Lebaran. Hal ini menjadi indikator keberhasilan program yang dijalankan.
Penurunan Kecelakaan dan Layanan Santunan
Berdasarkan data Korlantas Polri pada 13–25 Maret 2026, jumlah kecelakaan menurun sekitar lima persen. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia yang mencapai 30 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan keselamatan yang signifikan.
Selain itu, Jasa Raharja juga mencatat penyaluran santunan kepada korban kecelakaan. Pada periode 13–29 Maret 2026, total santunan mencapai Rp38,06 miliar. Perusahaan juga menerbitkan 6.588 surat jaminan bagi korban luka-luka.
“Tidak ada satu pun korban yang boleh menunggu. Itulah komitmen kita, dan itulah yang kita buktikan. Seluruh santunan korban meninggal dunia, termasuk dari kecelakaan menonjol, telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Awaluddin.
Komitmen tersebut menunjukkan keseriusan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Proses penanganan dilakukan secara cepat dan tepat. Hal ini memastikan hak korban dapat terpenuhi dengan baik.
Layanan yang diberikan mencakup ribuan rumah sakit mitra di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan korban dalam mendapatkan perawatan. Sistem yang terintegrasi turut mendukung kelancaran proses tersebut.
Transformasi Digital dan Dukungan Program Pendukung
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan pentingnya transformasi layanan berbasis digital. Sistem yang terintegrasi dengan berbagai instansi memungkinkan proses penanganan lebih cepat. Hal ini menciptakan pelayanan yang lebih efisien dan transparan.
Melalui sistem digital, proses penjaminan dan penanganan korban dapat dilakukan secara real time. Integrasi dengan kepolisian dan rumah sakit mempercepat alur informasi. Langkah ini sejalan dengan komitmen zero pending claim.
Selain itu, Program Mudik Gratis BUMN 2026 juga menjadi bagian dari capaian penting. Realisasi program mencapai 116.688 pemudik dan melampaui target yang ditetapkan. Program ini membantu masyarakat melakukan perjalanan dengan lebih aman.
Dalam aspek pelayanan lapangan, Jasa Raharja mengoperasikan 25 Pos Pelayanan Terpadu. Pos tersebut didukung oleh mobile unit keselamatan dan tim respons cepat. Keberadaan fasilitas ini memperkuat layanan di titik-titik strategis jalur mudik.
Ke depan, berbagai inovasi akan terus dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan. Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama. Dengan langkah ini, kualitas layanan diharapkan semakin optimal bagi masyarakat.