Merdeka Gold Resources Targetkan Balik Untung Dari Tambang Pani

Jumat, 13 Maret 2026 | 10:02:49 WIB
Merdeka Gold Resources Targetkan Balik Untung Dari Tambang Pani

JAKARTA - Perubahan fase bisnis sering menjadi titik penting bagi perusahaan tambang, terutama ketika proyek yang sebelumnya berada pada tahap pembangunan mulai memasuki fase produksi. 

Kondisi tersebut biasanya memberikan dampak langsung terhadap kinerja operasional maupun keuangan perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Hal inilah yang tengah dihadapi oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk. Emiten dengan kode saham EMAS tersebut menargetkan perbaikan kinerja keuangan pada tahun 2026 setelah proyek tambang emas utamanya mulai beroperasi secara bertahap.

Optimisme tersebut muncul seiring dengan dimulainya operasional Tambang Emas Pani yang berlokasi di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Proyek ini sebelumnya menjadi fokus utama perusahaan sepanjang tahun 2025 ketika perseroan masih berada pada tahap pembangunan fasilitas tambang.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menjelaskan sepanjang tahun lalu perusahaan memprioritaskan penyelesaian pembangunan proyek Tambang Emas Pani sebagai proyek emas utama perseroan.

Ia mengatakan bahwa kondisi keuangan sepanjang 2025 masih mencerminkan fase konstruksi proyek sehingga laba bersih perusahaan tercatat negatif.

Namun, perkembangan penting terjadi pada 27 Februari 2026 ketika perusahaan merealisasikan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Pengiriman tersebut menandai dimulainya aktivitas penjualan emas dari proyek Pani.

Transisi Dari Tahap Konstruksi Menuju Produksi

Dimulainya produksi emas dari proyek Pani menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis perusahaan. Setelah beberapa tahun fokus pada pembangunan infrastruktur tambang, perusahaan kini mulai memasuki fase produksi komersial.

Boyke menjelaskan bahwa transisi ini akan membuka peluang bagi perseroan untuk mulai mencatatkan pendapatan dari hasil produksi emas.

Dengan dimulainya pengiriman emas kepada Antam pada akhir Februari 2026, perusahaan diperkirakan akan mulai mencatatkan penjualan perdana pada kuartal pertama tahun ini.

Pada tahun ini, EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ons. Menurut Boyke, produksi emas dari proyek Pani diharapkan menjadi pendorong utama kinerja operasional perusahaan ke depan.

"Didukung juga oleh kondisi harga emas yang kondusif serta struktur biaya produksi yang kompetitif, Perseroan memperkirakan kinerja keuangan akan berbalik menuju profitabilitas pada tahun buku 2026," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses pembangunan proyek yang dimulai sejak 2022 hingga produksi emas perdana pada Februari 2026 telah memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan perusahaan ke depan.

Potensi Tambang Emas Pani Jangka Panjang

Tambang Emas Pani memiliki potensi sumber daya yang cukup besar sehingga dipandang sebagai salah satu aset strategis bagi perusahaan.

Proyek ini diperkirakan memiliki sumber daya mineral lebih dari tujuh juta ounce emas. Dengan basis sumber daya tersebut, tambang Pani dinilai memiliki prospek umur tambang yang panjang.

Dalam pengoperasiannya, tambang ini dirancang sebagai tambang terbuka dengan metode heap leach, yaitu metode pengolahan bijih emas yang relatif efisien dari sisi biaya operasional.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pengembangan fasilitas pengolahan tambahan untuk meningkatkan kapasitas produksi di masa depan.

Pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach atau CIL ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan emas secara bertahap.

"Dengan dimulainya produksi, kami memasuki fase baru yang diharapkan dapat memperkuat kinerja operasional dan finansial untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” tambah Boyke.

Dukungan Pendanaan Dari Induk Usaha

Dalam proses pengembangan proyek Pani, perusahaan juga mendapatkan dukungan pembiayaan dari induk usahanya, yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Dukungan tersebut memungkinkan proyek pembangunan tambang dapat berjalan secara lebih efisien sebelum perusahaan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau IPO.

Pendanaan dari induk usaha memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menyelesaikan berbagai tahapan pembangunan proyek tanpa tekanan pendanaan jangka pendek.

Setelah proses IPO dilakukan, perusahaan juga melakukan penyesuaian struktur permodalan sebagai bagian dari strategi pengelolaan neraca yang lebih optimal.

Langkah tersebut sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kapasitas investasi pada proyek-proyek pertambangan.

Kinerja Keuangan Masih Tertekan Selama Masa Pembangunan

Meski memiliki prospek positif, kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025 masih mencerminkan tekanan akibat fase pembangunan proyek. EMAS tercatat membukukan kerugian sepanjang tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$27,49 juta.

Angka tersebut meningkat 116,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$12,69 juta. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, peningkatan kerugian tersebut tidak lepas dari penurunan pendapatan yang signifikan.

Sepanjang 2025, perusahaan hanya membukukan pendapatan sebesar US$131.000. Angka ini merosot tajam 92,45% dibandingkan pendapatan pada periode sebelumnya yang mencapai US$1,74 juta.

Seluruh pendapatan tersebut berasal dari segmen sewa alat berat kepada pihak berelasi, yakni PT Merdeka Mining Servis. Namun dengan dimulainya produksi emas dari Tambang Pani, perusahaan berharap struktur pendapatan akan berubah secara signifikan.

Produksi emas yang mulai berjalan diharapkan dapat meningkatkan penjualan perusahaan sekaligus memperbaiki kinerja keuangan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.

Terkini