Rusun Subsidi Meikarta Bekasi Dibangun Targetkan 140 Ribu Unit

Senin, 09 Maret 2026 | 12:14:44 WIB
Rusun Subsidi Meikarta Bekasi Dibangun Targetkan 140 Ribu Unit

JAKARTA - Kebutuhan hunian layak di kawasan industri terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah pekerja di wilayah penyangga ibu kota. 

Pemerintah pun mulai mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan sekaligus untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memulai pembangunan rumah susun bersubsidi di kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat. 

Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan yang semakin terbatas di wilayah perkotaan dan kawasan industri.

Dengan konsep hunian vertikal, pembangunan rusun dinilai lebih efisien dibandingkan rumah tapak yang membutuhkan lahan jauh lebih luas. Proyek ini juga dirancang menjadi kawasan hunian terpadu dengan dukungan fasilitas penting di sekitarnya, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga akses ke area industri yang menjadi tempat bekerja sebagian besar calon penghuni.

Pembangunan rusun bersubsidi di kawasan Meikarta tersebut pun secara resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan proyek hunian berskala besar tersebut.

Pembangunan Rusun Subsidi Resmi Dimulai Di Meikarta

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memulai pembangunan proyek rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat.

Proyek ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang menjadi langkah awal pembangunan hunian vertikal berskala besar bagi masyarakat.

Menteri Maruarar atau yang akrab disapa Ara menjelaskan bahwa rusun tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare. Dari lahan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan hingga sekitar 140 ribu unit hunian.

"Dengan luasan hanya sekitar 30 hektare, itu bisa ratusan ribu [unit] yang akan terbangun. Coba bayangkan kalau itu entar rumah tapak, itu butuh mungkin 1.000 hektare lebih. Kita tahu tanah makin mahal dan makin sulit," kata Maruarar.

Pembangunan rusun ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau di kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi, terutama bagi para pekerja yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat tinggal dekat dengan lokasi kerja.

Konsep Hunian Vertikal Dengan Kapasitas Besar

Dalam proyek tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 18 menara rusun. Setiap menara dirancang memiliki 32 lantai, sehingga mampu menampung puluhan ribu unit hunian dalam satu kawasan.

Konsep hunian vertikal ini dinilai lebih efisien dalam memanfaatkan lahan yang tersedia. Dengan luas lahan yang relatif terbatas, pembangunan rusun memungkinkan lebih banyak unit hunian dibangun dibandingkan jika menggunakan konsep perumahan tapak.

Selain itu, pembangunan rusun juga menjadi solusi untuk menekan kebutuhan lahan di kawasan perkotaan yang harga tanahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh hunian layak dengan harga yang lebih terjangkau.

Kawasan hunian tersebut juga dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung aktivitas sehari-hari para penghuninya.

Akses Fasilitas Pendidikan Dan Kesehatan

Selain hunian, kawasan rusun juga akan didukung berbagai fasilitas penunjang yang berada tidak jauh dari lokasi. Salah satunya adalah fasilitas pendidikan yang saat ini sedang direnovasi oleh pemerintah pusat dan dapat dijangkau sekitar 10 menit dari area rusun.

Menteri Ara juga meninjau rumah sakit yang lokasinya berjarak sekitar 10–11 menit dari kawasan tersebut. Ia bahkan sempat berbincang dengan sejumlah pasien, termasuk pekerja atau buruh, untuk memastikan akses layanan kesehatan dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Yang kedua, saya juga sudah mendatangi rumah sakit, yang kurang lebih juga 10-11 menit. Di situ saya bertemu dengan pasiennya dan saya cari pasiennya itu yang buruh," ujarnya.

Dari hasil pengecekan itu, Ara memastikan bahwa rumah sakit tersebut menerima layanan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Keberadaan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan di sekitar kawasan rusun menjadi faktor penting agar para penghuni dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Lokasi Strategis Dekat Industri Dan Fasilitas Umum

Selain fasilitas kesehatan, kawasan rusun juga berada dekat dengan area industri, pasar, serta tempat ibadah, sehingga dinilai cukup mendukung kebutuhan para pekerja yang akan menghuni rusun tersebut.

Kedekatan dengan kawasan industri menjadi nilai tambah tersendiri karena sebagian besar calon penghuni rusun diperkirakan merupakan pekerja yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut.

Dengan lokasi yang relatif dekat dari tempat kerja, para penghuni dapat menghemat waktu perjalanan sekaligus mengurangi biaya transportasi harian. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para pekerja yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk bekerja.

Selain itu, keberadaan pasar dan tempat ibadah di sekitar kawasan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang nyaman dan mendukung kebutuhan sosial masyarakat.

"Dekat dengan pasar dan tempat ibadah juga tidak terlalu jauh dari sini, bahkan juga akan ada yang dibangun," pungkasnya.

Pembangunan rusun bersubsidi di kawasan Meikarta ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat, khususnya para pekerja di kawasan industri Bekasi dan sekitarnya.

Melalui konsep hunian vertikal dengan dukungan fasilitas yang memadai, pemerintah berharap proyek ini dapat membantu mengurangi backlog perumahan sekaligus menciptakan kawasan hunian yang lebih terintegrasi dengan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Jika berjalan sesuai rencana, proyek rusun bersubsidi ini berpotensi menjadi salah satu kawasan hunian vertikal terbesar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia.

Terkini