Baznas Berhasil Angkat Ratusan Ribu Jiwa dari Kemiskinan 2025

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:12:53 WIB
Baznas Berhasil Angkat Ratusan Ribu Jiwa dari Kemiskinan 2025

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi kemiskinan melalui distribusi zakat. 

Pada tahun 2025, Baznas berhasil mengentaskan sebanyak 302.994 jiwa dari kemiskinan, dengan 113.134 di antaranya berasal dari kelompok miskin ekstrem.

 Angka ini menunjukkan kontribusi besar zakat dalam upaya pengurangan angka kemiskinan di Indonesia, sekaligus menegaskan peran penting Baznas dalam pembangunan sosial dan ekonomi negara.

Menurut Baznas, kontribusi pengentasan kemiskinan yang dicapai pada tahun tersebut berjumlah sekitar 5,84 persen dari total pengentasan kemiskinan nasional. 

Meskipun angka tersebut sudah cukup signifikan, Baznas terus berupaya agar dapat memberikan dampak yang lebih besar lagi, baik dalam hal peningkatan kesejahteraan maupun dalam memperluas jangkauan distribusi zakat.

Pimpinan Baznas RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Zainulbahar Noor, menjelaskan bahwa angka ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pengelolaan zakat yang diterapkan Baznas semakin efektif dalam mencapai tujuan sosial-ekonomi, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

 Zainulbahar mengungkapkan, "Melalui Indeks Zakat Nasional (IZN), kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga dampaknya secara terukur, serta memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan secara syariah dan profesional."

Indeks Zakat Nasional Sebagai Alat Ukur Kinerja

Indeks Zakat Nasional (IZN) yang dikembangkan oleh Baznas menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas dan kinerja pengelolaan zakat di Indonesia. 

Dengan menggunakan IZN, Baznas dapat mengevaluasi dan memetakan sejauh mana zakat yang terkumpul dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat.

Menurut Zainulbahar, IZN ini tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur bagi Baznas, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan kepada publik bagaimana zakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

 "IZN menjelaskan secara tepat dan sederhana kepada publik mengenai peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi," katanya. 

Dengan demikian, IZN menjadi sangat relevan, baik di kalangan internal Baznas, pemerintah, akademisi, maupun lembaga lainnya.

Dalam laporan terbaru, nilai IZN nasional yang dicapai Baznas berada pada angka 0,57, yang mengindikasikan bahwa Baznas berada pada kategori stabil dalam pengelolaan zakat. Nilai ini menunjukkan bahwa Baznas mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan dan penguatan.

Peran IZN Dalam Pembangunan Ekonomi Syariah

Selain berfungsi untuk mengukur kualitas pengelolaan zakat, IZN juga diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional. 

Zainulbahar menambahkan bahwa tujuan jangka panjang dari penerapan IZN adalah untuk memastikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen yang lebih terintegrasi dalam kebijakan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. 

"IZN dapat menjadi salah satu referensi yang sangat penting dalam menyusun kebijakan dan langkah-langkah untuk mempercepat pembangunan ekonomi syariah di Indonesia," ujar Zainulbahar.

Sementara itu, Muhammad Hasbi Zaenal, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional, menjelaskan bahwa IZN merupakan satu-satunya instrumen resmi yang digunakan Baznas untuk memetakan kualitas pengelolaan zakat di seluruh wilayah Indonesia. 

Hasbi mengungkapkan bahwa pada 2025, sebanyak 426 lembaga ikut berpartisipasi dalam pengisian IZN, yang menjadi capaian tertinggi sejak pertama kali IZN diterapkan pada tahun 2016.

"Partisipasi sebanyak 426 lembaga merupakan sebuah prestasi besar, dan ini menunjukkan bahwa semakin banyak lembaga yang sadar akan pentingnya pengelolaan zakat yang transparan dan profesional," tambah Hasbi. 

Partisipasi yang tinggi dalam pengisian IZN ini tidak hanya mencerminkan semangat kolektif untuk memerangi kemiskinan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Harapan Baznas untuk Masa Depan Pengelolaan Zakat

Baznas berharap agar hasil dari implementasi IZN ini dapat terus dijadikan bahan evaluasi berkelanjutan yang akan memperkuat peran zakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia, khususnya dalam tahun 2026 dan seterusnya. 

Hasbi Zaenal optimistis bahwa penerapan IZN akan memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia, serta menjadikan zakat sebagai instrumen utama dalam pembangunan sosial-ekonomi negara.

"Mudah-mudahan, dengan hasil IZN 2025 yang semakin baik, pengelolaan zakat akan terus berkembang dan semakin memberikan kontribusi besar dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia," tutup Hasbi.

Dengan penerapan sistem pengelolaan zakat yang semakin transparan dan terukur, Baznas tidak hanya berhasil memberikan dampak langsung bagi mereka yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat posisi zakat sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi yang berkeadilan di Indonesia. 

Pencapaian yang diraih pada tahun 2025 diharapkan menjadi momentum untuk terus memperbaiki dan mengembangkan program-program zakat yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Terkini