Kemendikdasmen Perkuat Sinkronisasi Program Prioritas Pendidikan Nasional Daerah

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:21:21 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Sinkronisasi Program Prioritas Pendidikan Nasional Daerah

JAKARTA - Upaya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan kembali ditegaskan pemerintah melalui penguatan koordinasi lintas level pemerintahan. 

Sinkronisasi antara pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar berbagai program prioritas pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi demi dampak yang nyata bagi sekolah dan peserta didik.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinkronisasi koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah guna memastikan program prioritas berjalan tepat sasaran.

“Harapan kami, Konsolidasi Daerah ini menjadi wadah penguatan dan koordinasi agar kewenangan pusat dan daerah tidak saling tumpang tindih (overlap), melainkan saling menguatkan demi memastikan program prioritas benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut sebagai penegasan dalam pembukaan kegiatan Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pelaksanaan Program Prioritas di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan.

Selain sinkronisasi kewenangan, Atip menekankan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) harus melakukan pengawalan ketat terhadap implementasi program prioritas.

Hal ini, kata dia, krusial agar penggunaan anggaran tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi para murid, demi terwujudnya visi Generasi Emas 2045.

Penguatan Koordinasi Pusat Dan Daerah

Baca juga: Wamendikdasmen: Pembelajaran Mendalam buat materi lebih bermakna

Wamendikdasmen Atip pun memberikan catatan tajam mengenai akuntabilitas pengelolaan anggaran revitalisasi yang kini mencapai hampir Rp90 triliun untuk 71 ribu satuan pendidikan.

Ia menekankan bahwa kewenangan pusat dan daerah harus konvergen (menyatu).

“Kewenangan dan tanggung jawab itu harus konvergen, tidak divergen. Harus satu frekuensi. Tidak boleh adanya overlap kewenangan yang justru akan melahirkan ketiadaan akuntabilitas,” tegas Atip.

Ia pun mengingatkan agar kualitas pembangunan fisik benar-benar menjadi prioritas.

Sorotan Terhadap Kualitas Revitalisasi Sekolah

“Tolong, jangan sampai laporan sudah selesai, tapi begitu dicek bangunannya ‘doyong’ atau miring-miring. Jangan sampai sekolah yang rusak parah justru hanya menerima pembangunan toilet saja,” tegasnya.

Baca juga: RI prioritaskan kesejahteraan guru untuk pemerataan akses pendidikan

Atip menceritakan pengalamannya menemukan sekolah yang masih menggunakan bangku yang kondisinya seperti dari tahun 1970-an, dan ada sekolah yang bangkunya pinjam dari pos ronda.

“Disebut sekolah memang tampak tidak seharusnya seperti itu. Maka revitalisasi menjadi sangat penting agar anak-anak kita belajar di tempat yang layak,” ujarnya.

Dorongan Pembelajaran Bermakna Di Ruang Kelas

Menutup arahannya, Atip pun berpesan agar guru-guru menerapkan metode “Pembelajaran Mendalam” yang mereka dapatkan dari ruang pelatihan ke ruang kelas guna menciptakan keterlibatan murid secara bermakna.

“Guru harus memiliki penguasaan konten yang kuat agar bisa mengajak murid masuk kepada meaningful learning. Guru harus seperti penyanyi yang mampu membuat materi sesulit apa pun menjadi menarik bagi murid,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SMA Kemendikdasmen Winner Jihad Akbar menjelaskan forum tersebut merupakan ruang penyelarasan kebijakan nasional ke tingkat tapak.

Sinergi Daerah Dukung Program Strategis Pendidikan

Baca juga: Kemendikdasmen optimalkan PIP-ADEM guna pemerataan akses pendidikan

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Selatan sesuai kebijakan pusat agar sinkron antara kebijakan pusat dan daerah,” ujar Winner.

Ia menambahkan bahwa sinergi itu mencakup pengawasan program-program strategis seperti revitalisasi, digitalisasi, hingga Makan Bergizi Gratis.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan Mondyaboni lantas menyambut baik langkah Kemendikdasmen yang bersedia turun langsung menyerap aspirasi daerah.

Menurut dia, koordinasi ini adalah momentum untuk menyatukan visi dalam mengatasi tantangan pendidikan di daerah.

“Kami berterima kasih di sini kita bisa menyamakan apa saja yang menjadi permasalahan di daerah, kemudian bagaimana menyinkronkannya agar menjadi sebuah formula yang menjadi solusi bagi kita semua,” ungkap Mondyaboni.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kelanjutan bantuan pusat bagi sekolah-sekolah di Sumatera Selatan.

“Anggaran daerah kita memang saat ini sedang ada penyesuaian, sehingga adanya bantuan dari kementerian untuk revitalisasi sekolah sangat kami syukuri dan kami harap dapat diteruskan,” imbuhnya.

Terkini