Harga Pangan Ramadhan Hari Ketujuh Terpantau Turun, Stabil dan Terkendali

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:32:08 WIB
Harga Pangan Ramadhan Hari Ketujuh Terpantau Turun, Stabil dan Terkendali

JAKARTA - Badan Pangan Nasional mencatat tren penurunan harga daging sapi dan telur ayam ras pada hari ke-7 puasa Ramadan. 

Daging sapi turun menjadi Rp137.867 per kilogram, sementara telur ayam ras turun menjadi Rp30.725 per kilogram. Penurunan ini memberikan sedikit lega bagi masyarakat yang berbelanja kebutuhan pokok harian.

"Penurunan harga ini cukup membantu rumah tangga dalam mengatur belanja harian," kata seorang pedagang pasar tradisional. Ia menambahkan masyarakat menjadi lebih mudah menyesuaikan anggaran selama bulan puasa. Meski turun, pedagang tetap mengingatkan agar pembeli tetap bijak dalam membeli.

Selain daging sapi dan telur, harga beras juga menunjukkan tren penurunan. Beras premium menjadi Rp15.354 per kilogram, beras medium Rp13.179 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.380 per kilogram. Penurunan ini cenderung stabil dan tidak terlalu drastis, sehingga tidak menimbulkan gejolak pasar.

Pergerakan Harga Komoditas Sayur dan Bumbu

Komoditas bawang merah turun menjadi Rp39.669 per kilogram dan bawang putih bonggol Rp37.514 per kilogram. Penurunan ini cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya, memengaruhi harga masakan sehari-hari. Cabai juga mengalami penurunan, cabai merah keriting Rp41.073 per kilogram, cabai merah besar Rp38.051 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp71.564 per kilogram.

"Penurunan harga cabai membuat masakan rumah tangga lebih hemat," kata ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar. Ia menambahkan harga yang stabil mendorong masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan harian. Dampak positifnya terlihat pada daya beli masyarakat yang tetap terjaga selama Ramadan.

Jagung untuk peternak tercatat Rp6.534 per kilogram, turun Rp362 dari sebelumnya. Kedelai biji kering impor menjadi Rp10.740 per kilogram, turun Rp197 dari hari sebelumnya. Penurunan harga ini diharapkan dapat mendukung produksi pangan dan olahan sehari-hari.

Harga Daging Unggas dan Minyak Goreng

Daging ayam ras turun menjadi Rp40.041 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan turun menjadi Rp20.801 per liter, minyak goreng curah Rp17.572 per liter, dan Minyakita Rp16.722 per liter. Penurunan ini memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama untuk menu sahur dan berbuka.

Tepung terigu curah tercatat Rp9.374 per kilogram dan tepung terigu kemasan Rp12.562 per kilogram, mengalami penurunan tipis. Penurunan harga tepung mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan roti dan kue selama bulan Ramadan. Pedagang menyampaikan tren harga ini relatif stabil dan tidak membebani konsumen.

Selain itu, gula konsumsi menjadi Rp18.064 per kilogram, turun Rp147 dari hari sebelumnya. Pergerakan harga yang stabil membantu menjaga daya beli masyarakat. Hal ini juga menjadi indikator keseimbangan pasokan dan permintaan di tingkat konsumen.

Pergerakan Harga Ikan dan Garam

Beberapa jenis ikan mengalami fluktuasi harga. Ikan kembung naik menjadi Rp46.472 per kilogram, sedangkan ikan tongkol turun menjadi Rp37.869 per kilogram, dan ikan bandeng turun menjadi Rp37.121 per kilogram. Meskipun ada kenaikan pada ikan kembung, sebagian besar harga ikan cenderung stabil.

Garam konsumsi tercatat Rp11.187 per kilogram, mengalami penurunan dari hari sebelumnya. Penurunan ini membantu masyarakat mengatur pengeluaran untuk kebutuhan dapur. Fluktuasi harga ikan dan garam dipengaruhi oleh pasokan lokal dan musim tangkapan.

Pedagang di pasar mengungkapkan, masyarakat mulai menyesuaikan jumlah pembelian sesuai harga. Mereka cenderung membeli ikan yang lebih murah dan tetap memperhatikan kualitasnya. Hal ini menunjukkan adaptasi konsumen terhadap perubahan harga pangan harian.

Harga Daging Kerbau Lokal dan Impor

Daging kerbau beku impor turun menjadi Rp108.698 per kilogram. Sementara daging kerbau segar lokal turun tipis menjadi Rp141.591 per kilogram. Penurunan ini memberikan opsi lebih luas bagi masyarakat dalam memilih daging untuk menu sahur dan berbuka.

"Penurunan harga kerbau membuat masyarakat bisa lebih fleksibel memilih protein hewani," kata seorang pembeli di pasar tradisional. Ia menambahkan adanya harga yang stabil membantu perencanaan menu keluarga selama Ramadan. Pedagang menilai tren harga ini mencerminkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Dengan penurunan harga berbagai komoditas pangan, masyarakat dapat menyesuaikan pengeluaran harian. Harga yang stabil juga membantu konsumen dalam perencanaan belanja bulanan. Pemerintah dan pedagang berharap tren ini tetap terjaga hingga akhir bulan Ramadan.

Terkini