Purbaya Ingatkan Agar Harga Gas Blok Masela Tidak Dimarkup PGN

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:48:39 WIB
Purbaya Ingatkan Agar Harga Gas Blok Masela Tidak Dimarkup PGN

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar penetapan harga gas dari Blok Masela tetap kompetitif dan terhindar dari praktik penggelembungan biaya oleh pihak pengelola.

Langkah ini dinilai sangat krusial guna memastikan bahwa kekayaan alam yang dihasilkan dari proyek strategis nasional tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi industri dalam negeri.

Purbaya menegaskan bahwa struktur harga yang sampai ke tangan konsumen akhir harus mencerminkan biaya produksi yang efisien tanpa adanya beban tambahan yang tidak perlu dari rantai distribusi tersebut.

Hingga Rabu 25 Februari 2026 diskusi mengenai tata kelola gas dari ladang jumbo di perairan Maluku ini terus menjadi perhatian serius di kalangan pengambil kebijakan serta para pelaku industri nasional.

Pemerintah berharap gas dari Masela dapat menjadi motor penggerak industrialisasi di wilayah timur Indonesia sehingga harga yang terjangkau menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi bagi pengelola.

Pengawasan ketat terhadap PT Perusahaan Gas Negara selaku agregator gas nasional sangat diperlukan agar tidak terjadi praktik markup yang justru akan membebani daya saing produk manufaktur dalam negeri kita.

Perlunya Transparansi Dalam Struktur Harga Gas Bumi

Purbaya menyoroti pentingnya keterbukaan informasi mengenai komponen biaya yang membentuk harga gas dari hulu hingga sampai ke sektor hilir agar tidak ada ruang bagi praktik yang merugikan.

Transparansi ini menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan antara pemerintah, investor, dan masyarakat luas dalam pengelolaan proyek energi yang memiliki nilai investasi sangat besar di Indonesia.

Jika harga gas terlalu tinggi akibat proses distribusi yang tidak efisien, maka tujuan utama pembangunan Blok Masela untuk kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi daerah akan sulit dicapai.

Industri hilir membutuhkan kepastian harga jangka panjang agar mereka dapat merencanakan investasi lanjutan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang jauh lebih banyak lagi di daerah.

Pemerintah melalui kementerian terkait diminta untuk melakukan audit secara berkala terhadap skema penetapan harga agar tetap selaras dengan visi besar kedaulatan energi nasional yang sedang dijalankan.

Keadilan dalam pembagian margin usaha antara penyedia infrastruktur dan pengguna gas harus dijaga secara seimbang guna menciptakan ekosistem bisnis energi yang sehat serta berkelanjutan bagi semua pihak.

Dampak Harga Gas Terjangkau Terhadap Daya Saing Industri

Ketersediaan gas murah merupakan insentif paling efektif bagi sektor industri seperti pabrik pupuk dan petrokimia yang menjadikan gas bumi sebagai bahan baku utama dalam proses produksi mereka harian.

Dengan harga yang kompetitif, produk-produk hasil industri dalam negeri akan mampu bersaing dengan barang impor yang selama ini mendominasi pasar domestik karena biaya produksi yang jauh lebih murah.

Purbaya mengingatkan bahwa jangan sampai kekayaan gas yang melimpah di bumi nusantara justru lebih dinikmati oleh pasar luar negeri daripada oleh bangsa sendiri hanya karena masalah harga.

Efisiensi di tingkat transmisi dan distribusi gas harus terus ditingkatkan agar tidak ada biaya siluman yang membuat harga akhir menjadi melonjak drastis saat diterima oleh para pelaku usaha.

Pertumbuhan sektor manufaktur yang didorong oleh energi murah akan memberikan dampak berantai yang sangat positif bagi pendapatan asli daerah serta peningkatan kesejahteraan warga di sekitar proyek.

Pihak PGN diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah yang mendukung pembangunan nasional dan bukan sekadar mengejar keuntungan korporasi semata melalui skema harga yang terlalu tinggi sekali.

Optimasi Pemanfaatan Gas Masela Untuk Pembangunan Timur

Blok Masela memiliki peran sangat strategis dalam mengubah wajah ekonomi wilayah Indonesia bagian timur yang selama ini masih tertinggal dalam hal penyediaan energi skala industri besar dan modern.

Pengembangan infrastruktur gas yang terintegrasi di wilayah Maluku dan sekitarnya harus dilakukan dengan perencanaan matang agar gas dari Masela dapat terserap secara optimal oleh pasar domestik yang ada.

Purbaya menekankan bahwa keberhasilan Masela akan menjadi barometer bagi proyek-proyek migas lainnya di Indonesia dalam hal efisiensi dan keberpihakan pada kepentingan ekonomi nasional yang berdaulat dan maju.

Sinergi antara SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama, dan perusahaan distribusi gas harus diperkuat guna menghilangkan sekat-sekat ego sektoral yang selama ini sering menghambat proses distribusi energi nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan proyek ini agar tetap berjalan sesuai jadwal tanpa mengabaikan aspek keadilan harga bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Laporan pada Rabu 25 Februari 2026 ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa integritas dalam pengelolaan sumber daya alam adalah amanah konstitusi yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Visi Kemandirian Energi Dan Pengawasan Distribusi Nasional

Menghadapi tantangan energi global yang semakin tidak menentu, Indonesia harus mampu mengoptimalkan setiap potensi gas bumi yang dimiliki untuk kepentingan dalam negeri sebagai prioritas utama dan paling utama.

Pengawasan terhadap badan usaha milik negara di sektor energi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan standar efisiensi yang sangat tinggi sekali.

Masyarakat diharapkan terus memberikan masukan konstruktif serta mengawasi setiap kebijakan energi agar tetap berorientasi pada kemakmuran rakyat banyak sesuai dengan mandat undang-undang dasar negara kita.

Blok Masela diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi industri gas Indonesia yang lebih mandiri, transparan, dan mampu memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kemajuan ekonomi bangsa yang mandiri.

Mari kita kawal bersama agar setiap molekul gas yang keluar dari perut bumi Masela dapat menjadi rupiah yang menyejahterakan rakyat dan bukan justru menjadi beban ekonomi bagi industri nasional.

Setiap langkah perbaikan dalam tata kelola energi hari ini akan menentukan posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru di kawasan Asia Pasifik pada masa-masa yang akan datang nanti.

Terkini