Pemerintah Putuskan Tarif Listrik 13 Golongan Non-Subsidi Tak Berubah per 21 Februari 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:58:51 WIB
Pemerintah Putuskan Tarif Listrik 13 Golongan Non-Subsidi Tak Berubah per 21 Februari 2026

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan bahwa tarif tenaga listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi tidak mengalami perubahan mulai Sabtu 21 Februari 2026.

Keputusan krusial tersebut diambil oleh pemerintah sebagai langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mempertahankan daya beli masyarakat luas di seluruh pelosok nusantara.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan menekankan bahwa kebijakan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian biaya energi di tengah fluktuasi kondisi ekonomi global yang dinamis.

Indikator Ekonomi Makro Menjadi Dasar Penetapan Tarif Listrik Nasional

Penetapan tarif tenaga listrik untuk periode ini telah melalui proses evaluasi yang sangat ketat dengan mempertimbangkan empat parameter utama ekonomi makro yang berlaku saat ini.

Keempat indikator tersebut meliputi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak mentah Indonesia, tingkat inflasi, serta harga batu bara acuan terbaru.

Meskipun terdapat perubahan pada beberapa angka indikator tersebut, pemerintah menilai bahwa kondisi keuangan negara masih mampu menahan beban biaya tanpa harus menaikkan tarif pelanggan.

Daftar Golongan Pelanggan Non-Subsidi yang Tidak Mengalami Kenaikan Tarif

Kebijakan mengenai harga listrik yang tetap stabil ini berlaku bagi seluruh golongan pelanggan non-subsidi yang mencakup sektor rumah tangga, bisnis, hingga industri skala besar.

Pelanggan rumah tangga dengan daya mulai dari 1.300 VA, 2.200 VA, hingga 6.600 VA ke atas dipastikan tidak akan membayar lebih mahal per kWh mulai hari ini.

Sektor bisnis dan industri besar juga mendapatkan kepastian biaya operasional yang serupa sehingga mereka tetap dapat memproduksi barang dan jasa dengan harga yang lebih kompetitif.

Komitmen Pemerintah Terhadap Perlindungan Golongan Pelanggan Listrik Bersubsidi

Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan bahwa tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi tetap tidak akan mengalami perubahan sedikit pun pada periode berjalan tahun ini.

Kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori prasejahtera dengan daya 450 VA dan 900 VA tetap menjadi prioritas utama negara dalam pemberian subsidi energi secara langsung.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa akses terhadap energi listrik tetap terjangkau bagi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap guncangan ekonomi di tingkat pasar domestik.

Peningkatan Kualitas Layanan PLN Melalui Transformasi Digital Secara Masif

PT PLN Persero berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan pasokan listrik ke seluruh wilayah di Indonesia seiring dengan keputusan pemerintah untuk mempertahankan tarif yang ada sekarang.

Perusahaan terus melakukan inovasi melalui penggunaan aplikasi PLN Mobile guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan mulai dari pembayaran tagihan hingga pelaporan gangguan teknis secara cepat.

Keandalan sistem kelistrikan nasional menjadi fokus utama agar seluruh aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti selama periode libur panjang berlangsung.

Efisiensi Operasional Pembangkit untuk Menjaga Keberlanjutan Energi Nasional

PLN secara konsisten menjalankan program efisiensi pada seluruh lini bisnisnya, mulai dari sektor pembangkitan hingga distribusi guna menekan biaya pokok penyediaan tenaga listrik secara menyeluruh.

Langkah efisiensi ini sangat penting dilakukan agar tarif listrik dapat tetap terjaga stabil tanpa harus memberikan beban tambahan bagi anggaran pendapatan dan belanja negara kita.

Transformasi menuju penggunaan energi baru terbarukan juga terus didorong oleh pemerintah guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang harganya sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional.

Optimisme Pertumbuhan Sektor Industri di Tengah Kepastian Biaya Energi

Dunia usaha menyambut baik keputusan pemerintah ini karena memberikan ruang bagi pelaku industri untuk melakukan perencanaan keuangan yang lebih matang dalam jangka pendek dan menengah.

Kepastian tarif listrik menjadi faktor penentu bagi masuknya investasi baru di sektor manufaktur yang nantinya akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi putra-putri terbaik bangsa.

Pemerintah optimistis bahwa dengan terjaganya harga energi, roda perekonomian akan terus berputar dengan cepat dan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang tangguh di Asia.

Hingga laporan ini disusun pada Sabtu 21 Februari 2026, koordinasi antara kementerian dan jajaran manajemen PLN terus diperketat guna memantau kondisi beban puncak kelistrikan di tiap daerah.

Masyarakat diharapkan dapat terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan cara menggunakan listrik secara bijak dan produktif sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.

Transparansi mengenai tarif ini akan terus dipublikasikan secara rutin kepada masyarakat luas melalui berbagai kanal informasi resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi di lapangan.

Pemerintah akan kembali melakukan tinjauan pada periode berikutnya dengan tetap mengedepankan kepentingan rakyat kecil serta menjaga iklim bisnis yang sehat bagi para pelaku usaha nasional.

Keputusan yang berlaku mulai hari ini merupakan bukti nyata bahwa kedaulatan energi nasional dapat dikelola dengan baik demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia secara merata.

Terkini