Update Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Ketegangan Diplomasi Nuklir Global

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:11:10 WIB
Update Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Ketegangan Diplomasi Nuklir Global

JAKARTA - Pasar energi global kembali bergerak dinamis seiring perkembangan geopolitik yang memengaruhi ekspektasi pasokan. 

Harga minyak dunia mencatat kenaikan tipis sebesar 0,4 persen pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB. Penguatan ini terjadi ketika pelaku pasar menimbang optimisme pembicaraan nuklir Amerika Serikat dan Iran dengan belum adanya terobosan besar.

Kenaikan tersebut terbilang terbatas karena investor tetap berhati-hati terhadap risiko pasokan. Sentimen positif dari diplomasi belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran mengenai ketidakpastian hasil akhir. Situasi ini mencerminkan keseimbangan antara harapan dan kewaspadaan di pasar.

Harga minyak mentah Brent berjangka sebagai patokan internasional naik 0,4 persen menjadi USD67,66 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate sebagai patokan pasar domestik Amerika Serikat juga meningkat 0,4 persen menjadi USD62,48. Kedua kontrak tersebut bergerak searah di tengah dinamika yang sama.

Komentar Wakil Presiden dan Garis Merah Negosiasi

Perhatian pasar tertuju pada pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengenai perkembangan negosiasi dengan Iran. Ia menyebut putaran kedua pembicaraan telah produktif dalam beberapa aspek penting. Namun demikian, Iran disebut belum bersedia membahas sejumlah ‘garis merah’ yang ditetapkan Presiden Donald Trump.

"Kepentingan utama kami di sini adalah kami tidak ingin Iran mendapatkan senjata nuklir," kata Wakil Presiden AS JD Vance dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Pernyataan tersebut menegaskan posisi Washington dalam perundingan yang tengah berlangsung. Pasar menilai sikap itu sebagai indikasi bahwa jalur diplomasi masih menghadapi tantangan.

Ketiadaan terobosan signifikan membuat kenaikan harga minyak tertahan. Investor tetap memantau apakah dialog dapat mengarah pada pelonggaran sanksi atau perubahan kebijakan ekspor minyak Iran. Setiap perkembangan berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan global.

Kemajuan Dialog di Jenewa

Delegasi Iran dalam perundingan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sementara itu, tim Amerika Serikat dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff. Pertemuan yang berlangsung di Jenewa disebut menghadirkan suasana yang lebih konstruktif dibandingkan sebelumnya.

Araghchi menyampaikan bahwa telah terdapat kemajuan dalam diskusi yang dilakukan kedua pihak. Ia menggambarkan atmosfer perundingan sebagai lebih terbuka dan produktif. Pernyataan tersebut memberikan sinyal positif bagi pasar energi internasional.

"Telah diputuskan bahwa kedua belah pihak akan mengerjakan draf perjanjian potensial, dan setelah bertukar teks. Waktu putaran pembicaraan selanjutnya akan ditentukan," jelas dia. Komitmen untuk menyusun draf menunjukkan proses negosiasi memasuki tahap yang lebih teknis.

Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa kesepahaman awal belum berarti kesepakatan akan segera tercapai. Proses perundingan masih memerlukan pembahasan lanjutan terhadap sejumlah isu krusial. Hal ini membuat pasar tetap mencermati perkembangan berikutnya dengan saksama.

Signifikansi Iran dalam Pasar Energi Global

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dipantau ketat oleh pelaku pasar energi. Iran merupakan salah satu produsen minyak utama di dunia dengan kapasitas produksi signifikan. Posisi tersebut menjadikan setiap perubahan kebijakan terhadap Iran berdampak luas.

Selain sebagai produsen, Iran terletak di sepanjang Selat Hormuz yang sangat strategis. Jalur air sempit ini dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global setiap hari. Stabilitas kawasan tersebut sangat menentukan kelancaran distribusi energi dunia.

Ketidakpastian geopolitik di sekitar Selat Hormuz dapat memicu volatilitas harga minyak. Karena itu, setiap perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran memiliki implikasi langsung terhadap sentimen pasar. Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa harga bergerak sensitif terhadap pernyataan pejabat kedua negara.

Prospek Pasar dan Dinamika Selanjutnya

Kenaikan harga sebesar 0,4 persen mencerminkan sikap pasar yang berhati-hati namun tetap responsif. Investor tidak sepenuhnya bereaksi berlebihan terhadap optimisme diplomasi. Sebaliknya, mereka menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai arah negosiasi.

Selama belum ada kesepakatan konkret yang mengubah struktur pasokan, harga minyak cenderung bergerak dalam rentang terbatas. Pasar akan terus menilai keseimbangan antara risiko geopolitik dan prospek permintaan global. Setiap sinyal terobosan dapat menjadi katalis pergerakan berikutnya.

Dengan Iran sebagai aktor penting dalam produksi dan jalur distribusi minyak, hasil perundingan akan sangat menentukan. Jika dialog menghasilkan kesepakatan yang stabil, tekanan risiko pasokan dapat mereda. Namun jika negosiasi menemui jalan buntu, volatilitas harga berpotensi meningkat.

Pada akhirnya, dinamika harga minyak saat ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara diplomasi dan pasar energi. Kenaikan tipis yang terjadi menjadi cerminan harapan sekaligus kewaspadaan pelaku pasar. Perkembangan selanjutnya akan menjadi penentu arah pergerakan harga di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah.

Terkini