FinDev Canada Investasi Infrastruktur Hijau Indonesia Lewat Pendanaan IIF

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:48:01 WIB
FinDev Canada Investasi Infrastruktur Hijau Indonesia Lewat Pendanaan IIF

JAKARTA - Arus investasi global ke sektor infrastruktur berkelanjutan Indonesia kembali menunjukkan momentum positif.

 Masuknya lembaga pembiayaan pembangunan internasional menandai meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi rendah karbon di Tanah Air, sekaligus membuka peluang pembiayaan baru bagi proyek energi bersih dan infrastruktur tangguh iklim.

Langkah terbaru datang dari FinDev Canada yang resmi menyalurkan pendanaan ke PT Indonesia Infrastructure Finance. Investasi ini bukan sekadar transaksi finansial, tetapi juga mencerminkan penguatan kemitraan bilateral serta dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik.

Kolaborasi Pembiayaan Perkuat Infrastruktur Berkelanjutan

FinDev Canada menyalurkan pinjaman sebesar 30 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 504,4 miliar kepada PT Indonesia Infrastructure Finance. 

Penandatanganan pinjaman dilakukan dalam forum Canada-in-Asia Conference di Singapura yang berlangsung dari Selasa hingga Rabu, sekaligus menandai investasi perdana lembaga tersebut di pasar Indonesia.

“Indonesia, sebagai pasar ekspor terbesar Kanada di kawasan ASEAN, merupakan peluang strategis bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan kami dengan Indonesia Infrastructure Finance, salah satu pelaku utama infrastruktur berkelanjutan, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” kata Vice President dan Chief Investment Officer FinDev Canada, Paulo Martelli.

Sementara itu, Presiden Direktur atau CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan melalui kerja sama tersebut. “Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan berharap dapat terus memperdalam kolaborasi ini guna menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata,” tutur Rizki.

Dorongan Investasi Untuk Ekonomi Rendah Karbon

Pinjaman dari FinDev Canada bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan. Fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses pendanaan bagi proyek energi terbarukan yang berkontribusi terhadap mitigasi krisis iklim sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur nasional.

Indonesia sendiri tengah berada dalam fase transisi untuk menyeimbangkan kebutuhan energi yang terus meningkat dengan target iklim jangka panjang.

 Pemerintah menetapkan sasaran bauran energi terbarukan sebesar 31 persen pada 2050 serta komitmen mencapai net-zero emission pada 2060. 

Di saat yang sama, berbagai risiko perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan laut semakin menegaskan urgensi investasi pada infrastruktur rendah karbon yang tangguh terhadap bencana.

Pendanaan internasional menjadi faktor penting untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan proyek hijau berskala besar. Kolaborasi antara lembaga keuangan pembangunan dan institusi domestik dinilai mampu mempercepat realisasi proyek sekaligus memastikan standar keberlanjutan terpenuhi.

Peran Strategis IIF Dalam Pembangunan Nasional

Sebagai lembaga keuangan swasta non-bank yang berfokus pada pembiayaan dan layanan konsultasi infrastruktur, IIF memegang peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. 

Kerja sama dengan FinDev Canada melanjutkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua pihak pada 2025, sekaligus memperkuat agenda bilateral antara Kanada dan Indonesia melalui dukungan terhadap proyek infrastruktur prioritas.

Proyek-proyek tersebut berpotensi mendorong perdagangan, membuka peluang ekonomi baru, serta mempercepat pembangunan berkelanjutan. Selama 16 tahun menjalankan mandatnya, IIF telah berfungsi sebagai katalis utama pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan berbagai proyek strategis di beragam sektor.

Kontribusi nyata terlihat pada dukungan terhadap pengembangan energi terbarukan berkapasitas sekitar 709,9 megawatt yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga. 

Selain itu, proyek-proyek tersebut berpotensi mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi karbon dioksida per tahun serta memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat.

Capaian ini menunjukkan bahwa pembiayaan infrastruktur tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta perlindungan lingkungan.

Kemitraan Global Percepat Transisi Energi Indonesia

Forum Canada-in-Asia Conference yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Foundation of Canada menghadirkan lebih dari 700 pembuat kebijakan senior, pemimpin bisnis, investor, dan pakar dari Kanada maupun kawasan Asia-Pasifik. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kemitraan dengan FinDev Canada, IIF memperoleh peluang memperluas akses pembiayaan jangka panjang bagi proyek energi terbarukan serta infrastruktur tahan iklim. Dukungan ini diharapkan mempercepat transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat fondasi ekonomi hijau yang inklusif.

Masuknya investasi pembangunan dari Kanada juga mencerminkan meningkatnya perhatian global terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan berkelanjutan di kawasan. 

Dengan kebutuhan infrastruktur yang besar serta komitmen terhadap target iklim, Indonesia menjadi ruang kolaborasi strategis bagi lembaga pembiayaan internasional.

Ke depan, keberlanjutan kemitraan semacam ini akan sangat menentukan keberhasilan transformasi energi nasional. Sinergi antara pembiayaan global, kapasitas institusi domestik, serta kebijakan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan proyek-proyek hijau dapat terealisasi secara efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.

Jika momentum investasi terus terjaga, Indonesia berpeluang mempercepat pembangunan infrastruktur rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi menghadapi tantangan perubahan iklim. Dukungan pembiayaan seperti yang dilakukan FinDev Canada menjadi langkah awal penting menuju sistem energi yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.

Terkini