JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia kembali merilis skema angsuran terbaru untuk program Kredit Usaha Rakyat pada periode bulan Februari tahun ini.
Langkah ini dilakukan guna memberikan kepastian informasi bagi para pelaku usaha mikro yang berencana mengajukan suntikan modal usaha melalui perbankan. Tabel angsuran yang diterbitkan mencakup berbagai pilihan plafon pinjaman serta tenor pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial dari setiap calon debitur.
Informasi mengenai rincian bunga dan syarat administrasi ini mulai berlaku efektif pada hari Minggu 8 Februari 2026 bagi seluruh nasabah di Indonesia. Program ini tetap menjadi primadona karena menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif berkat adanya subsidi bunga yang diberikan oleh pihak pemerintah pusat.
Rincian Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru
Berdasarkan data yang dirilis, nasabah dapat memilih plafon pinjaman mulai dari jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah sesuai dengan kategori jenis kreditnya. Pilihan jangka waktu pengembalian atau tenor tersedia secara fleksibel mulai dari dua belas bulan hingga maksimal enam puluh bulan untuk kredit investasi.
Suku bunga yang dibebankan kepada nasabah masih tetap berada pada kisaran rendah yakni efektif enam persen per tahun untuk pengajuan pinjaman pertama kali. Rincian tabel ini sangat membantu calon nasabah dalam melakukan simulasi pembayaran bulanan agar tidak membebani arus kas operasional dari usaha yang dijalankan.
BRI juga menyediakan kategori KUR Super Mikro bagi pelaku usaha yang baru merintis bisnis dengan batas pinjaman maksimal hingga sepuluh juta rupiah saja. Penyesuaian skema pembayaran ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh pelosok nusantara.
Syarat Utama Pengajuan Kredit Usaha Rakyat
Calon debitur diwajibkan untuk memenuhi sejumlah kriteria utama seperti memiliki usaha produktif yang telah berjalan secara aktif minimal selama enam bulan berturut-turut. Dokumen identitas yang harus dipersiapkan antara lain adalah Kartu Tanda Penduduk eletronik, Kartu Keluarga, serta Surat Izin Usaha yang masih berlaku.
Pihak bank juga akan melakukan pengecekan terhadap riwayat kredit calon nasabah melalui sistem informasi layanan keuangan untuk memastikan tingkat kelayakan penerima bantuan modal. Selain itu, calon pemohon tidak sedang menerima kredit serupa dari perbankan lain kecuali untuk jenis konsumtif seperti KPR atau kredit kendaraan bermotor.
Persyaratan administrasi kini dibuat jauh lebih sederhana agar masyarakat di tingkat pedesaan dapat mengakses layanan keuangan formal dengan sangat mudah dan cepat. Legalitas usaha menjadi poin krusial yang dinilai oleh petugas bank saat melakukan survei langsung ke lokasi tempat usaha milik calon nasabah tersebut.
Prosedur Dan Cara Pengajuan Secara Praktis
Masyarakat dapat melakukan proses pengajuan pinjaman melalui dua jalur utama yakni dengan mendatangi kantor unit BRI terdekat atau melalui sistem pendaftaran daring. Pengajuan secara online dapat diakses melalui laman resmi perusahaan atau aplikasi seluler yang telah disediakan untuk mempercepat durasi pemrosesan data calon pemohon.
Setelah berkas dinyatakan lengkap, tim analis dari bank akan melakukan verifikasi data dan tinjauan lapangan guna menilai prospek keberlanjutan dari usaha yang dijalankan. Proses pencairan dana biasanya memakan waktu beberapa hari kerja setelah seluruh dokumen disetujui serta ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam perjanjian kredit.
Nasabah dihimbau untuk selalu menjaga ketepatan waktu dalam membayar angsuran agar reputasi kredit mereka tetap terjaga dengan baik untuk pengajuan di masa depan. Kemudahan akses ini merupakan bentuk komitmen perbankan dalam mendukung penguatan struktur permodalan bagi para pelaku ekonomi kerakyatan di wilayah kedaulatan Indonesia.
Manfaat Program Bagi Pelaku Usaha Mikro
Keberadaan program KUR dengan bunga bersubsidi ini terbukti mampu menekan biaya modal bagi para pengusaha kecil sehingga margin keuntungan dapat ditingkatkan. Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk pengadaan bahan baku, peremajaan alat produksi, maupun perluasan jangkauan pemasaran produk unggulan daerah ke pasar yang lebih luas.
Pemerintah terus memantau efektivitas penyaluran kredit ini agar benar-benar terserap oleh sektor-sektor produktif yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi di masa yang mendatang. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru di tingkat lokal melalui pemberdayaan sektor swasta kecil dan menengah.
Dengan adanya panduan tabel angsuran yang transparan, masyarakat kini memiliki referensi yang kuat sebelum memutuskan untuk mengambil langkah pembiayaan perbankan bagi usahanya. BRI terus berinovasi dalam memberikan layanan keuangan yang inklusif demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan sejahtera secara menyeluruh.