Pupuk Indonesia Perkuat Inovasi Pertanian Lewat FertInnovation Challenge Nasional

Senin, 09 Februari 2026 | 11:06:33 WIB
Pupuk Indonesia Perkuat Inovasi Pertanian Lewat FertInnovation Challenge Nasional

JAKARTA - Upaya memperkuat sektor pertanian nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan pupuk, tetapi juga pada inovasi yang mampu menjawab tantangan dari hulu hingga hilir. 

Di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan keberlanjutan, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menempatkan riset dan inovasi sebagai fondasi strategis pengembangan industri agribisnis nasional. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.

Pupuk Indonesia kembali menggelar FertInnovation Challenge untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi sektor pertanian serta industri pupuk nasional. 

Pada penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025, ajang ini berhasil menarik partisipasi lebih dari 1.620 inovator yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup, baik dari dalam maupun luar negeri.

FertInnovation Sebagai Instrumen Strategis Inovasi

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menjelaskan bahwa FertInnovation Challenge tidak sekadar kompetisi, melainkan instrumen strategis perusahaan dalam membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan industri pupuk nasional.

Menurut Jamsaton, tantangan pertanian ke depan menuntut solusi yang adaptif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia memandang perlu adanya ruang terbuka yang mampu menjaring ide-ide inovatif dari berbagai kalangan, sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan industri secara nyata.

Adapun acara seremonial penghargaan FertInnovation Challenge 2025 telah diselenggarakan pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi dan penilaian terhadap berbagai inovasi yang telah diajukan oleh para peserta.

"Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," kata Jamsaton.

Empat Fokus Inovasi Dari Hulu Hingga Hilir

Dalam FertInnovation Challenge 2025, Pupuk Indonesia menetapkan empat kategori strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi secara menyeluruh. Keempat kategori tersebut meliputi Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering.

Setiap karya inovasi yang masuk telah melalui proses seleksi bertahap, mulai dari screening administratif hingga final pitching. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa ide-ide yang terpilih memiliki relevansi, kelayakan, serta potensi implementasi di sektor pertanian dan industri pupuk.

"Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi," terang Jamsaton.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Pupuk Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek produksi pupuk, tetapi juga pada efisiensi sistem, ketahanan rantai pasok, serta keberlanjutan lingkungan sebagai satu kesatuan ekosistem.

Apresiasi Dan Peluang Pengembangan Lanjutan

Sebagai bentuk apresiasi, Pupuk Indonesia memberikan penghargaan kepada para pemenang di setiap kategori. Best Innovation atau Juara 1 dari masing-masing kategori memperoleh hadiah sebesar Rp 30 juta. Sementara itu, Juara 2 menerima Rp 20 juta dan Juara 3 mendapatkan Rp 10 juta per kategori.

Namun, FertInnovation Challenge tidak berhenti pada pemberian hadiah. Pupuk Indonesia juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri, dengan nilai dukungan hingga Rp 2 miliar.

Menurut Jamsaton, langkah ini penting agar inovasi tidak berhenti pada tahap konsep, melainkan dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian dan industri pupuk nasional. FertInnovation Challenge hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi yang terintegrasi.

Jamsaton menegaskan bahwa FertInnovation Challenge bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berdampak luas.

"Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional," ungkap Jamsaton.

Open Innovation Untuk Kemandirian Pangan

Dalam penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2026, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute. Platform dua tahunan ini dirancang sebagai media strategis untuk mendorong transformasi pertanian berbasis inovasi.

Ajang ini mengusung konsep open innovation, yang memungkinkan Pupuk Indonesia menyerap gagasan transformatif dari inovator eksternal. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menjawab tantangan keberlanjutan serta agenda besar kemandirian dan swasembada pangan Indonesia.

Pada tahun ini, FertInnovation Challenge mengangkat tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”. Tema tersebut menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler dalam sektor agribisnis nasional.

"Melalui pendekatan open innovation, perusahaan mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempercepat hilirisasi riset serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat," tandas Jamsaton.

Dengan konsistensi penyelenggaraan FertInnovation Challenge, Pupuk Indonesia memperlihatkan komitmennya dalam membangun pertanian nasional yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran industri pupuk dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Terkini