PLN Operasikan Ribuan SPKLU Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Senin, 09 Februari 2026 | 09:07:53 WIB
PLN Operasikan Ribuan SPKLU Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

JAKARTA - Perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan listrik kini tidak lagi dibayangi rasa khawatir kehabisan daya. Sepanjang tahun 2025, PT PLN (Persero) bersama para mitra terus memperkuat infrastruktur pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia. 

Upaya ini menjadi jawaban atas meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus mendukung kenyamanan dan keamanan mobilitas ramah lingkungan.

Penguatan infrastruktur tersebut tercermin dari jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU yang berhasil dioperasikan. Hingga akhir 2025, PLN mencatat telah mengoperasikan sebanyak 4.655 unit SPKLU di seluruh Indonesia. 

Jumlah ini meningkat sekitar 44 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 3.223 unit, menunjukkan percepatan signifikan dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Tidak hanya bertambah secara kuantitas, sebaran SPKLU juga semakin luas. Hingga penghujung 2025, fasilitas pengisian daya ini telah hadir di 3.007 titik lokasi, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 2.192 lokasi. 

Perluasan ini membuat akses pengisian daya kendaraan listrik semakin mudah dijangkau oleh masyarakat di berbagai daerah.

Perluasan Spklu Dukung Kenyamanan Pengguna Ev

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa penguatan infrastruktur SPKLU merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan instruksi pemerintah. 

Langkah ini bertujuan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung agenda transisi energi untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi.

“Sejalan dengan instruksi pemerintah untuk mendorong adopsi EV di tanah air, PLN berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam menyediakan infrastruktur charging station yang andal. 

Dengan ketersediaan SPKLU yang semakin masif dan merata, kami ingin memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujar Darmawan.

Menurutnya, kehadiran SPKLU yang merata menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Dengan infrastruktur yang memadai, pengguna dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang tanpa khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.

Teknologi Pengisian Daya Terus Ditingkatkan

Selain memperbanyak jumlah dan lokasi SPKLU, PLN juga berfokus pada peningkatan teknologi pengisian daya. Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur dibarengi dengan penyediaan berbagai jenis teknologi charging yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Saat ini, PLN telah menyediakan 633 unit Ultra Fast Charging, 482 unit Fast Charging, 2.681 unit Medium Charging, serta 859 unit Standard Charging yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran teknologi pengisian daya yang lebih cepat diharapkan mampu mempercepat proses charging sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan pengguna kendaraan listrik.

“Kami tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas layanan. Kehadiran teknologi pengisian daya yang lebih cepat diharapkan mampu mengurangi range anxiety para pengguna kendaraan listrik,” jelas Adi.

Dengan variasi teknologi tersebut, pengguna kendaraan listrik dapat memilih jenis pengisian daya sesuai kebutuhan, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun penggunaan harian di dalam kota.

Layanan Home Charging Kian Diminati Masyarakat

Di samping infrastruktur publik, minat masyarakat terhadap layanan Home Charging Services atau HCS PLN juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. 

Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan HCS tercatat mencapai 70.250 pelanggan. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 32.215 pelanggan.

Pertumbuhan ini tidak terlepas dari berbagai program stimulus yang ditawarkan PLN. Di antaranya adalah diskon 50 persen untuk biaya pasang baru maupun tambah daya, serta diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya kendaraan listrik pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Program tersebut berlaku sejak 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.

Kehadiran layanan home charging memberikan alternatif bagi pengguna kendaraan listrik untuk mengisi daya dengan lebih praktis dari rumah. Hal ini dinilai mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi biaya operasional kendaraan listrik.

Digitalisasi Layanan Perkuat Ekosistem Ev

Seiring pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, PLN juga terus mengoptimalkan layanan digital melalui Electric Vehicle Digital Services atau EVDS yang terintegrasi dalam aplikasi PLN Mobile. Berbagai fitur disediakan untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan dan mengelola pengisian daya secara lebih efisien.

Fitur Trip Planner memungkinkan pengguna menyusun rute perjalanan berdasarkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU terdekat. Sementara itu, fitur AntreEV memudahkan pengaturan antrean pengisian daya agar tetap tertib, terutama di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan listrik.

“Seiring dengan pertumbuhan ekosistem EV di Indonesia, PLN akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur di berbagai wilayah serta layanan digital yang semakin solid,” tutup Adi.

Dengan kombinasi infrastruktur fisik yang semakin masif dan layanan digital yang terintegrasi, PLN menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia secara berkelanjutan.

Terkini