HKTI Dorong Koordinasi dan Pendampingan Petani Hadapi Musim Tanam 2026

Jumat, 06 Februari 2026 | 15:51:30 WIB
HKTI Dorong Koordinasi dan Pendampingan Petani Hadapi Musim Tanam 2026

JAKARTA - Ketahanan pangan nasional menjadi perhatian penting di tengah perubahan iklim global. 

Dinamika cuaca menuntut kesiapan petani dan kebijakan yang tepat sasaran. Optimisme tetap terjaga seiring berbagai langkah penguatan sektor pertanian.

HKTI nilai produksi padi tetap terjaga di tengah dinamika iklim 2026. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia menilai kondisi tersebut didukung upaya pemerintah. Produksi, distribusi sarana, dan pendampingan menjadi faktor kunci.

Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat Entang Sastraatmaja menyampaikan keyakinannya. Produksi padi nasional dinilai tetap aman. Tantangan iklim dinilai dapat diantisipasi.

Optimisme Petani Menghadapi Tantangan Iklim

"Kami optimistis produksi padi nasional pada 2026 tetap terjaga di tengah dinamika iklim yang masih berpotensi memicu curah hujan tinggi di sejumlah wilayah pertanian," kata Entang Sastraatmaja. Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan pelaku pertanian. Optimisme dinilai penting menjaga semangat petani.

Entang menegaskan tantangan iklim bukan hambatan utama. Produksi padi tetap dapat berjalan optimal. Program pemerintah dinilai berada di jalur yang tepat.

Ia menyebut berbagai kebijakan Kementerian Pertanian selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama adalah penguatan swasembada pangan nasional. Sinergi kebijakan dan petani menjadi kunci.

Program Pemerintah Perkuat Produksi Padi

“Saya yakin petani tetap mampu berproduksi dengan baik meskipun terjadi hujan ekstrem. Pemerintah secara serius membangun optimisme petani melalui berbagai program yang nyata dan terukur,” ujar Entang. Pernyataan ini menegaskan dukungan kebijakan yang konkret. Kepercayaan petani terus dibangun.

Kesiapan produksi musim panen 2026 dinilai semakin kuat. Distribusi benih unggul menjadi salah satu faktor pendukung. Alokasi pupuk subsidi juga ditambah. Selain itu, dukungan sarana pengelolaan air turut diperkuat. Sistem pompanisasi membantu mengatur lalu lintas air. Lahan pertanian tetap produktif meski curah hujan tinggi.

Persiapan Tanam Jadi Fondasi Keberlanjutan

“HKTI mendukung penuh langkah pemerintah dalam mempersiapkan musim tanam para petani. Persiapan tanam adalah fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan produksi padi nasional,” tegasnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya tahap awal tanam. Keberhasilan produksi bergantung pada persiapan.

Entang menilai capaian produksi 2025 menjadi bukti nyata. Kerja sama pemerintah dan petani membuahkan hasil positif. Produksi padi menunjukkan peningkatan signifikan.

Persiapan tanam yang matang dinilai sebagai kunci. Capaian produksi tidak hanya bertahan. Target peningkatan produksi pada 2026 tetap terbuka.

Data Produksi Perkuat Optimisme Nasional

“Petani harus tetap optimistis dan menjaga semangat. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah berada di jalur yang benar dan sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada beras yang berkelanjutan,” katanya. Optimisme dinilai sebagai modal utama. Semangat petani menjadi penentu keberhasilan.

Potensi luas panen Januari hingga Maret 2026 menunjukkan peningkatan. Luas panen diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Produksi Januari–Desember 2025 juga mengalami kenaikan. Produksi mencapai 34,69 juta ton. Angka tersebut meningkat secara tahunan.

Produktivitas dan Sinergi Hadapi Musim Tanam

Produksi padi tercatat sebesar 60,21 juta ton gabah kering giling. Angka ini naik 7,06 juta ton secara tahunan. Peningkatan menunjukkan produktivitas yang membaik.

Entang menyebut capaian tersebut sejalan dengan proyeksi lembaga internasional. Produksi beras Indonesia diperkirakan berada di kisaran 34,6 juta ton. Proyeksi ini memperkuat keyakinan nasional.

“Lonjakan produksi ini menunjukkan bahwa produktivitas, perluasan luas panen, serta kebijakan yang berpihak kepada petani menjadi modal kuat menghadapi musim tanam berikutnya, termasuk awal 2026 yang masih menjanjikan,” ujarnya. Optimisme tetap terjaga.

Penguatan Sinergi dan Pendampingan Petani

HKTI mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi. Kesiapan tanam petani menjadi fokus utama. Dinamika iklim menuntut koordinasi berkelanjutan. Pendampingan lapangan dinilai sangat penting. Kemudahan akses sarana produksi harus dijamin. Kepastian distribusi input pertanian menjadi prioritas.

Petani diharapkan dapat bekerja dengan tenang. Produktivitas meningkat melalui dukungan berkelanjutan. Lingkungan kerja pertanian tetap kondusif.

Komitmen Bersama Menuju Kedaulatan Pangan

Menurut Entang, Indonesia telah membuktikan kemampuan meningkatkan produksi. Tantangan ke depan adalah menjaga capaian tersebut. Keberlanjutan menjadi tujuan utama.

"Ini pekerjaan besar yang harus dijalankan dengan kehormatan dan tanggung jawab,” kata Entang. Pernyataan ini menegaskan komitmen moral. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. HKTI optimistis sektor pertanian terus menjadi penopang nasional. Kebijakan konsisten menjadi penentu. Kesejahteraan petani menjadi sasaran utama.

Peran HKTI Kawal Program Pertanian Nasional

“Harus optimistis, karena apa yang dibangun hari ini bisa menjadi percontohan bagi masa tanam berikutnya,” katanya. Optimisme dinilai menular ke petani. Kepercayaan diri kolektif diperkuat.

Wamentan Sudaryono menegaskan komitmen HKTI. HKTI siap terlibat aktif mengawal program pertanian nasional. Swasembada pangan menjadi prioritas.

“Sendirian kita lemah, tetapi jika kita bersama, kita akan menjadi semakin kuat. HKTI siap berperan aktif mendukung program prioritas pertanian nasional, termasuk swasembada pangan dan penguatan kedaulatan pangan nasional,” kata Sudaryono. Sinergi menjadi kunci keberhasilan.

HKTI Siap Jadi Garda Terdepan Petani

Wamentan Sudaryono menyatakan seluruh insan HKTI siap bergerak. Petani menjadi mitra utama perjuangan. Swasembada menuju kedaulatan pangan terus dikawal. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan. Pelaksanaan dijalankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. HKTI berada di garis depan.

Dengan persiapan matang dan dukungan konsisten, produksi padi nasional diyakini tetap terjaga. Dinamika iklim dapat dihadapi. Ketahanan pangan Indonesia terus diperkuat.

Terkini