JAKARTA - Meskipun kondisi pasar modal domestik sedang berada di bawah tekanan sentimen global yang cukup kuat, investor asing justru terpantau melakukan aksi beli bersih pada sejumlah saham unggulan.
Langkah strategis para pemodal mancanegara ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap prospek jangka panjang emiten-emiten besar di Indonesia masih sangat terjaga dengan sangat baik.
Aksi akumulasi ini dilakukan secara bertahap guna memanfaatkan momentum koreksi harga yang terjadi di lantai bursa dalam beberapa hari terakhir akibat dinamika pasar keuangan internasional.
Daftar Sepuluh Saham Pilihan Yang Menjadi Target Utama Investor Asing
Berdasarkan data perdagangan pada Kamis 5 Februari 2026, tercatat ada sepuluh saham yang paling banyak diborong oleh investor asing dengan nilai transaksi yang cukup signifikan di pasar reguler.
Saham-saham dari sektor perbankan kelas atas masih mendominasi daftar buruan utama karena dianggap memiliki ketahanan fundamental yang sangat teruji dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi dunia.
Selain sektor keuangan, emiten yang bergerak di bidang telekomunikasi serta konsumsi juga mulai dilirik kembali sebagai instrumen lindung nilai yang aman di tengah fluktuasi indeks harga saham gabungan.
Investor asing terlihat sangat selektif dalam memilih aset yang memiliki potensi dividen stabil serta prospek pertumbuhan laba yang konsisten di tengah tantangan kenaikan biaya operasional perusahaan.
Analisis Aliran Modal Masuk Di Tengah Volatilitas Indeks Saham
Masuknya aliran dana asing pada Kamis 5 Februari 2026 memberikan sentimen positif tambahan yang mampu menahan laju penurunan indeks agar tidak terkoreksi terlalu dalam di zona merah.
Fenomena ini seringkali dipandang sebagai sinyal bahwa harga saham-saham tertentu di Bursa Efek Indonesia sudah masuk dalam kategori undervalued atau jauh di bawah nilai wajarnya secara historis.
Meskipun secara keseluruhan pasar masih dibayangi oleh aksi jual, namun fokus pembelian pada saham-saham berkapitalisasi besar membantu menjaga likuiditas perdagangan harian tetap dinamis.
Pihak bursa terus memantau pergerakan modal masuk ini sebagai indikator kesehatan pasar serta untuk memastikan transparansi transaksi bagi seluruh investor ritel maupun institusi di tanah air.
Sektor Perbankan Tetap Menjadi Primadona Investasi Jangka Panjang
Empat bank besar nasional masih menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak dikoleksi pada Kamis 5 Februari 2026 karena kinerjanya yang terus melampaui ekspektasi para analis pasar.
Keberhasilan sektor perbankan dalam mencatatkan pertumbuhan kredit yang sehat serta efisiensi manajemen risiko menjadi daya tarik utama bagi pengelola dana internasional untuk terus bertahan di Indonesia.
Investasi pada sektor ini dianggap sangat krusial karena perbankan merupakan cerminan dari kondisi ekonomi riil masyarakat yang saat ini masih menunjukkan tren pemulihan yang cukup menjanjikan.
Dukungan teknologi perbankan digital yang semakin matang juga meningkatkan nilai valuasi emiten-emiten tersebut di mata para pemegang saham mancanegara yang sangat mementingkan aspek inovasi bisnis.
Proyeksi Arah Pasar Modal Nasional Dan Strategi Bagi Investor Ritel
Aksi borong asing pada Kamis 5 Februari 2026 diharapkan dapat menjadi pemicu bagi kembalinya rasa percaya diri investor domestik untuk tidak terburu-buru melakukan aksi jual yang bersifat panik.
Para analis menyarankan masyarakat untuk tetap fokus pada saham-saham yang memiliki rekam jejak keuangan yang bersih serta menghindari saham spekulatif yang tidak didukung oleh data fundamental yang jelas.
Pergerakan modal asing biasanya menjadi panduan awal mengenai ke mana arah tren pasar akan bergerak dalam jangka menengah hingga akhir tahun nanti bagi para pelaku pasar profesional.
Dengan tetap menjaga kewaspadaan dan melakukan diversifikasi aset, para investor diharapkan dapat meraih keuntungan optimal seiring dengan pulihnya stabilitas ekonomi dan pasar keuangan di tanah air.