Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 10:37:52 WIB
Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

JAKARTA - Kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025 menunjukkan penguatan signifikan dari sektor industri pengolahan. 

Pemerintah menilai sektor ini berhasil menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi nasional. Menperin tekankan industri pengolahan mendominasi ekonomi RI di 2025 sebagai gambaran capaian tersebut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri pengolahan mendominasi ekonomi Indonesia sepanjang 2025. Penegasan itu disampaikan berdasarkan data resmi yang tersedia. Pemerintah menilai capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan industri yang konsisten.

Dominasi sektor industri pengolahan terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Sektor ini tercatat sebagai penyumbang terbesar dibanding sektor lainnya. Pemerintah memandang capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi struktur ekonomi nasional.

Kontribusi PDB Industri Terus Menguat

Data menunjukkan industri pengolahan menyumbang porsi terbesar terhadap PDB nasional. Kontribusinya tercatat sebesar 19,07 persen sepanjang 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya.

Menperin menyampaikan kontribusi industri pengolahan menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 kontribusi sektor ini tercatat sebesar 18,67 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 18,98 persen pada 2024.

Peningkatan kembali terjadi pada 2025 dengan kontribusi mencapai 19,07 persen. Kenaikan ini menandakan konsistensi penguatan sektor industri. Pemerintah menilai tren tersebut sebagai fondasi ekonomi jangka panjang.

Penguatan kontribusi PDB dinilai tidak terjadi secara instan. Pemerintah menyebut adanya kesinambungan kebijakan industri. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai tambah domestik.

Pertumbuhan Industri Jadi Penggerak Ekonomi

Selain kontribusi PDB, pertumbuhan sektor industri pengolahan juga menunjukkan penguatan. Kinerja pertumbuhan sektor ini tercatat semakin solid dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah melihatnya sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Pada 2023, industri pengolahan tumbuh sebesar 4,64 persen. Pertumbuhan tersebut sedikit melambat menjadi 4,43 persen pada 2024. Namun, sektor ini kembali menguat pada 2025.

Sepanjang 2025, industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi dibanding sektor ekonomi lainnya. Sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 1,07 persen.

“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Menperin. Pernyataan tersebut menegaskan peran strategis sektor industri. Pemerintah memosisikan industri sebagai motor utama pertumbuhan.

Kinerja Ekspor dan Impor Industri

Dominasi industri pengolahan juga tercermin dari kinerja perdagangan luar negeri. Ekspor produk industri menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah menilai hal ini sebagai indikator daya saing yang membaik.

Ekspor industri pengolahan tumbuh sebesar 1,73 persen pada 2023. Pertumbuhan meningkat tajam menjadi 6,85 persen pada 2024. Tren positif tersebut berlanjut pada 2025 dengan kenaikan 7,03 persen.

Sebaliknya, impor barang dan jasa menunjukkan tren penurunan. Pada 2023, impor tercatat minus 1,24 persen. Angka ini berubah menjadi 8,15 persen pada 2024.

Penurunan impor kembali tercatat pada 2025 dengan angka 4,77 persen. Pemerintah menilai tren ini mencerminkan penguatan industri domestik. Ketergantungan terhadap produk impor dinilai semakin berkurang.

“Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam 3 tahun terakhir, hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” jelas Menperin. Pernyataan ini menegaskan arah transformasi industri. Pemerintah optimistis tren ini berlanjut.

Arah Kebijakan Industri dan Penegasan Pemerintah

Untuk menjaga dominasi tersebut, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan pada 2026. Kementerian Perindustrian akan memperkuat integrasi industri kecil ke rantai pasok nasional. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.

Integrasi industri kecil dinilai penting untuk pemerataan ekonomi. Pemerintah ingin industri besar dan kecil saling terhubung. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas.

“Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil. Kami akan meningkatkan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional,” tutur Agus. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian industri. Pemerintah menilai pemerataan ekonomi menjadi prioritas.

Menperin menegaskan industri pengolahan kini menjadi motor transformasi ekonomi nasional. Sektor ini diarahkan menuju struktur yang lebih produktif. Pemerintah juga menekankan keberlanjutan sebagai tujuan utama.

Ia menegaskan capaian tersebut menepis isu deindustrialisasi. Menurutnya, industri pengolahan justru menunjukkan ketahanan. Tantangan berat sepanjang 2025 berhasil dihadapi.

“Pada tahun 2025, industri pengolahan mengalami tantangan yang sangat berat, namun berkat arahan bapak Presiden melalui Astacita dan diterjemahkan ke dalam Strategi Baru Industri Nasional, akhirnya industri pengolahan berhasil tumbuh kuat dan menutup tahun 2025 dengan mendominasi ekonomi nasional,” katanya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku industri. Optimisme dinilai menjadi kunci keberlanjutan produksi.

Terkini