Telur Rebus atau Omelet, Mana yang Lebih Sehat?

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:26:07 WIB
Telur Rebus atau Omelet, Mana yang Lebih Sehat?

JAKARTA - Telur merupakan salah satu bahan makanan yang tidak hanya mudah diolah, tetapi juga kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. 

Menjadi sumber protein yang baik, telur dapat dijadikan pilihan dalam berbagai menu diet. Namun, apakah cara pengolahannya mempengaruhi efektivitasnya dalam mendukung penurunan berat badan? 

Telur rebus dan omelet adalah dua pilihan paling populer, tetapi mana yang lebih efektif untuk membantu Anda menurunkan berat badan? Mari kita ulas perbandingan keduanya.

Kedua cara pengolahan telur ini menawarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Meskipun keduanya mengandung jumlah protein yang hampir sama, cara pengolahan serta bahan tambahan yang digunakan bisa berpengaruh pada hasil akhirnya, terutama jika Anda sedang menjalani program diet. 

Berikut ini adalah analisis mendalam tentang manfaat telur rebus dan omelet dalam mendukung penurunan berat badan.

Manfaat Telur Rebus dalam Program Penurunan Berat Badan

Telur rebus sering kali menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang fokus pada penurunan berat badan. Selain karena kemudahan dalam pembuatannya, telur rebus memiliki keunggulan utama yaitu kandungan kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan telur yang dimasak dengan tambahan bahan lain.

Menurut Healthline, telur utuh kaya akan protein, kolin, dan vitamin D yang membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Ini menjadi faktor penting dalam penurunan berat badan karena bisa mengurangi rasa lapar yang berlebihan dan mencegah Anda mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari. 

Tanpa tambahan minyak atau bahan lain, satu telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 74 kalori dengan kandungan protein sekitar 6 hingga 6,3 gram.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Nutrition juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi telur untuk sarapan merasa lebih kenyang dan cenderung makan lebih sedikit kalori sepanjang hari. 

Ini menjadikan telur rebus pilihan yang sangat baik bagi Anda yang ingin mengontrol kalori dan mengurangi porsi makan untuk mendukung program penurunan berat badan.

Omelet: Pilihan yang Bisa Diolah Sesuai Selera

Sementara telur rebus lebih sederhana dan minim kalori, omelet menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam hal rasa dan kandungan nutrisi. Meski begitu, jumlah kalori dalam omelet bisa lebih tinggi karena tambahan bahan lain, seperti minyak atau bahan pengisi lainnya. 

Jika Anda menggunakan minyak untuk memasak omelet, kalori ekstra bisa bertambah banyak. Misalnya, satu sendok teh minyak goreng sudah menambah sekitar 40 kalori.

Namun, omelet juga bisa menjadi pilihan yang efektif dalam menurunkan berat badan jika Anda memilih bahan tambahan dengan cermat. 

Dengan menambahkan sayuran seperti bayam, paprika, bawang bombai, atau jamur, Anda bisa meningkatkan kandungan serat dan antioksidan dalam omelet. Sayuran-sayuran ini dapat meningkatkan volume makanan tanpa menambah kalori secara signifikan. 

Selain itu, serat dapat membantu memperlambat pencernaan, menjaga gula darah tetap stabil, dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Kombinasi telur dan sayuran juga dapat mengurangi rasa lapar dan mengurangi keinginan untuk ngemil di antara waktu makan. Dengan begitu, omelet bisa menjadi pilihan yang tidak hanya lezat tetapi juga mendukung upaya penurunan berat badan, asalkan bahan yang digunakan sehat dan porsi dikontrol dengan baik.

Perbandingan Kalori dan Protein antara Telur Rebus dan Omelet

Dari segi kalori, telur rebus memang lebih unggul. Telur rebus mengandung sekitar 74 kalori per butir, sedangkan omelet bisa jauh lebih tinggi tergantung bahan tambahan yang digunakan. 

Jika omelet dimasak dengan satu sendok teh minyak dan sayuran, kalori total bisa mencapai 100 kalori lebih, tergantung ukuran telur dan jenis sayuran yang ditambahkan.

Namun, dalam hal protein, baik telur rebus maupun omelet mengandung jumlah protein yang hampir sama. Seperti yang disebutkan sebelumnya, satu butir telur rebus mengandung sekitar 6 gram protein. Begitu pula dengan omelet yang terbuat dari satu butir telur. 

Penambahan sayuran atau bahan lainnya tidak mengubah jumlah protein secara signifikan, tetapi dapat menambah kandungan vitamin dan mineral dalam hidangan.

Dengan demikian, baik telur rebus maupun omelet memiliki manfaat yang hampir setara dalam hal kandungan protein. Perbedaan utama terletak pada kandungan kalori dan kemungkinan penambahan bahan lain yang dapat mempengaruhi komposisi kalori serta rasa hidangan.

Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Pada akhirnya, baik telur rebus maupun omelet bisa menjadi pilihan yang sehat dan efektif untuk mendukung penurunan berat badan, tergantung pada cara pengolahannya. 

Telur rebus lebih mudah untuk dikontrol jumlah kalorinya dan bebas dari lemak tersembunyi yang mungkin hadir dalam minyak atau bahan lain yang digunakan untuk memasak omelet. Ini menjadikannya pilihan yang lebih aman jika Anda ingin menjaga kalori tetap rendah.

Namun, omelet juga memiliki potensi untuk mendukung penurunan berat badan, asalkan bahan tambahan yang digunakan seperti sayuran sehat dan jumlah minyak dijaga seminimal mungkin. 

Omelet dengan tambahan sayuran juga memiliki keuntungan berupa kandungan serat dan antioksidan yang lebih banyak, yang dapat membantu memperlambat pencernaan dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Jadi, baik telur rebus atau omelet bisa menjadi bagian dari diet sehat untuk menurunkan berat badan. Kunci utamanya adalah bagaimana Anda memilih bahan tambahan dan mengolahnya dengan cara yang rendah kalori namun tetap memberikan kepuasan dalam makan. 

Menjaga keseimbangan antara protein, kalori, dan kandungan nutrisi lainnya akan membantu Anda mencapai tujuan penurunan berat badan yang lebih efektif.

Terkini